Kisah Or Kasih

Kisah Or Kasih

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 20, 2020
deru angin beradu dengan ombak, berdua. . diam. . hanya . dan hanya mata lebih banyak bicara, matanya menyiratkan kepedihan yg sangat dalam. . didepannya manusia yg sudah mengingkar i janji dengannya. semua harapan lupus seketika. dia akan memulai yg baru, yg akan mengubah hidupnya, tanpa akan memikirkan perasaan siapapun lagi . Lama berlalu, tapi hati tidak bisa dibohongi. . Selalu merindukannya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Rumah Tak Lagi Pulang [Selesai]
  • xena✅(REVISI)
  • Mendadak jadi Suami.
  • Qiana
  • Matahari untuk Senja ( editing )
  • Red string theory
  • terima kasih nafas ku     (selesai)  ✅
  • Natio Family

Cerita sudah selesai, masih lengkap. ❝Seperti harapan yang tak pernah usai, rindu selalu punya cara untuk membuat air mata terjatuh.❞ Bagi Rere, rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Sejak kepergian Papahnya yang lebih memilih wanita lain ketimbang keluarganya, dan juga Tama, sahabat yang pernah menjadi dunianya-hidup terasa hampa dan sunyi. Hingga suatu hari, di tepi pantai yang selalu menenangkan hatinya, dia bertemu dengan Arkanta Sanjaya-pria asing yang perlahan membawa warna ke dalam dunianya yang gelap. Arkan hadir seperti angin laut, membawa ketenangan sekaligus kebingungan. Ada sesuatu yang terasa akrab dalam diri Rere, seolah ia pernah mengenalnya jauh sebelum pertemuan itu, dan semakin dalam Arkan mengenal Rere, semakin kuat perasaan asing yang menggelitik pikirannya. Lalu, ingatan itu datang. Sebuah mimpi yang pernah menghantuinya bertahun-tahun lalu-tentang seorang gadis tunanetra yang duduk di halte bus, menangis dalam keheningan. Apakah semesta telah menuliskan kisah mereka jauh sebelum mereka bertemu? Ataukah ini hanya permainan takdir yang tak bisa mereka hindari? Saat rumah tak lagi menjadi tempat untuk pulang, akankah hati mereka menemukan jalannya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines