Accident Brings Love [BoyXBoy]

Accident Brings Love [BoyXBoy]

  • WpView
    Reads 76,140
  • WpVote
    Votes 5,932
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2026
"Gara-gara kau, tunanganku meninggalkanku! Hubunganku hancur!" Bentakan yang agak keras nyaris membuat seisi ruang menoleh. "Hanya itu?" tanya seseorang yang sedang dibentak "Hanya itu katamu?!" Bentakan yang agak keras berubah lebih meninggi "Hanya hubunganmu yang hancur." Nada suara datar kembali terdengar. "Itu hanya sebuah hubungan, kau bisa mendapatkan banyak setelahnya. Tanpa perlu repot membangunnya. Jika kau ingin tau, karena dirimu hidupku hancur. Benar-benar hancur, hingga tak dapat membangun hubungan apapun." "Jika kau hanya ingin memarahiku, sebaiknya kau pergi, pekerjaanku masih banyak." Pria itu berlalu meninggalkan pria yang tengah mengepal tangan karena marah. "Aku akan menghancurkanmu." . . . . WARNING!!! Boyslove, Homo, Gay, Yaoi, etc area Bagi yang homophobic jangan baca!!! Mpreg 18++ Voment and share yah!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • Rewrite Fate
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • DARLING, DON'T RUN AWAY ANYMORE!! (Mpreg)(END)
  • BERAWAL DARI TWxTTER
  • Tanggung Jawab! - BL [ MPREG ]  [ SELESAI ]
  • Fake Boyfriend (BXB) (End)
  • falling
  • Destiny「✓」

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines