Story cover for Caramel by PopEsTaro
Caramel
  • WpView
    Reads 1,011,072
  • WpVote
    Votes 46,223
  • WpPart
    Parts 67
  • WpView
    Reads 1,011,072
  • WpVote
    Votes 46,223
  • WpPart
    Parts 67
Complete, First published Apr 22, 2018
[ T A M A T ]


"Punya mulut dijaga!" desis Caramel.

"Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus.

Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang.

"Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana.

Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan.

Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois.

Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki.

Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Caramel to your library and receive updates
or
#123caramel
Content Guidelines
You may also like
CINTA YANG NYATA by kimteain99
32 parts Complete
Informasi: Sebaiknya apabila mau membaca tulisan saya, dipertimbangkan terlebih dahulu, masalahnya beberapa bab terakhir ada yang dihapus dan dipindahkan ke KaryaKarsa. Sekian. *** Mia, gadis berkulit sawo matang itu diam-diam mengagumi Elo, lelaki jangkung yang kebetulan berteman baik dengan sahabatnya, Tiara. Gadis itu, Mia, mengakui bahwa ia kurang pantas memimpikan Elo menjadikannya pendamping. Elo terlalu menawan untuk ukurannya yang notabene standar kecantikan di bawah rata-rata. Meski menyadari kekurangnya, Mia tetap mencari peluang untuk mendekati Elo. Baginya, segalanya adalah rencana Tuhan! Bisa jadi, ia dan Elo ditakdirkan bersama. Sayangnya, hal itu tidak terjadi! atau bahkan tak akan pernah terjadi! Karena, belum sempat memulai pendekatan nyata, Elo, lelaki itu lebih dahulu menyadari motifnya. Dan untuk menghentikan pergerakan Mia, Elo dengan tidak berperasaan mengatakan hal menyakitkan yang mana membuat Mia mundur secara teratur! Mia cukup tahu diri! Ia, tantu saja harus mundur! Elo ..., namanya telah di garis bawahi dan ditetapkan sebagai lelaki yang tidak masuk dalam daftar kriteria lelaki masa depan sejak saat itu bahkan untuk seterusnya! Meski ketika mereka kembali dipertemukan dalam kondisi yang berbeda. Sekali pun di saat Elo justru menunjukan sikap yang jauh lebih berperasaan dari sebelumnya. Kejadian-kejadian masa lalu tetap membuat Mia memegang teguh pendiriannya. Mampukah Elo mematahkan keteguhan hati Mia dan memenangkan hati gadis itu sekali lagi di saat orang dari masa lalu Mia hadir di tengah-tengah mereka?
You may also like
Slide 1 of 10
After J (Complete) cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
Sweet Combat cover
Caramel Macchiato [SELESAI] cover
Deksa 's Diary  cover
DERAN cover
DEVAN & ADARA  cover
I'm okay (END) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
CINTA YANG NYATA cover

After J (Complete)

80 parts Complete

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.