BIRU
  • WpView
    LECTURAS 617
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 6, 2019
7 tahun lalu, "Kita putus aja." Ku katakan sebuah hal gila di hadapannya setelah sekian lama ku tahan segalanya. "Terserah." "Hanya itu?" Dahiku mengernyit menatapnya yang sedang berada di hadapanku. Dia diam. Tatapannya tetap mengarah kearah lain. "Apa ada wanita lain?" Sulit rasanya bagiku menanyakan hal ini. Hal terbesar yang sejak kemarin ingin ku ketahui kebenarannya. "Kenapa lo yang sibuk?" Air mataku seketika jatuh saat aku mendengarkan kalimat itu. Petir di luar ruangan ini seakan pertanda bahwa semua memang telah berakhir. Dia, pria yang ada di hadapanku tetap memandang kearah lain. Dia tetap dengan pendiriannya dan aku tetap pada keputusanku. "Baik. Terimakasih, Zra." Dan malam itu aku pergi meninggalkannya. Aku tak memperdulikan hujan yang terdengar deras dan petir yang terdengar menyakiti. Aku pergi meninggalkannya dengan, air mata di pipi.
Todos los derechos reservados
#164
past
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Sweet Enemy
  • Menikah Secara Paksa_ END
  • About Love •End•
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]
  • The Teacher Is My Husband (END)
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • SERAGA (Completed)
  • TCP [2] : "Reflection"
  • Semu [Completed]

"Kita putus!" Dua kalimat terlontar dari mulut seorang lelaki yang baru berusia 13 tahun. Matanya menatap wanita yang ada di depan dirinya dengan kekesalan. "Kenapa?" Berbeda dengan sang lelaki, raut wajah gadis itu terlampau tenang. Lelaki itu membulatkan kedua matanya. Tak habis pikir dengan gadis di depan nya. "Kenapa?!. Kamu masih mau bilang kenapa?, gak ingat kamu pergi tanpa kabar sama sekali, kamu hilang dua minggu dari asrama dan kamu gak pernah kasih aku kabar tentang keadaan kamu!" Emosi lelaki itu semakin meningkat. "Kamu gantung aku tahu gak!" Melihat sang gadis hanya terdiam, lelaki itu pun berbicara kembali. "Asal kamu tahu ya, aku udah pacaran sama rhea. Dia sangat baik, dia bahkan lebih cantik dari kamu, dia bisa ngertiin aku, gak kayak kamu yang- Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapan nya, sang gadis sudah lebih dahulu berlari meninggalkan dirinya. "Dasar cewek dingin gak punya hati!!" Teriak sang lelaki karena masih menyimpan banyak kekesalan. Sang wanita terus berjalan dengan cepat, namun telinganya masih bisa mendengar jelas perkataan terakhir dari sang lelaki. "Dasar cowok sok kegantengan!" Gerutunya dengan menahan amarah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido