BELIEVE ME

BELIEVE ME

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
Memendam perasaan selama bertahun - tahun pada orang yang mengenal kamu dan benar - benar mengerti dirimu atau bisa di katakan 'you know me so well' itu bener - bener nggak mudah. Apalagi orang itu bersikap biasa dan selalu membuat baper. Itu yang aku rasakan pada Ravi, sahabatku. Tak mudah untuk bersikap biasa saja padahal hatiku kegirangan karena bisa selalu dekat dengannya. Aku suka dengan perhatian yang dia berikan, kekhawatirannya akan diriku dan perlakuan lembutnya padaku. Tapi aku harus menekan perasaanku karena tak ingin merusak kata 'persahabatan' diantara kita berdua. Jujur untuk bisa dekat dengannya saja butuh waktu bertahun - tahun dan aku tak mau merusaknya. Tapi ternyata semua usahaku selama bertahun - tahun itu berakhir sia - sia karena satu kesalahan fatal yang aku lakukan. Aku menghancurkan kepercayaannya dan membuatnya menjauh dariku. Dan satu kalimat yang diucapkannya mampu membuat hatiku patah dan hancur berkeping - keping.
All Rights Reserved
#317
believe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • Ar.
  • My Love Story
  • ketika benci menjadi Cinta
  • U are
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]��✔
  • Kamu
  • AlfaNada

Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan dulu yang membekas di otak ku. Perasaan dulu yang membuat ku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya jika di dekatnya. Itu hanya dulu. Kini semunya telah berubah. Kini dia telah tiada untuk selamanya. Dia yang dulu selalu menemaniku, setia mendengarkan ocehanku, yang membuat ku tertawa akibat kelukannya, semuanya telah tiada. Dia sempat pergi sementara. Tapi sekarang dia pergi untuk selama-lamanya. "Kenangan tidak akan pernah pergi, ia ada tersimpan di dasar hati. Dia tak berkata, hanya bisa menyampaikan lewat rasa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines