F I N E

F I N E

  • WpView
    Reads 2,575
  • WpVote
    Votes 586
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 20, 2018
"Kembalilah sebagai teman. Lukaku sudah menerima." -ribang. 🌸🌸🌸 "Aku baik," sahutnya ragu saat bertemu. Tiada yang tahu, seperti apa rasanya memendam emosi. Ini bukan emosi ingin memberontak. Bukan! Emosi yang membawanya kembali pada masa lampau. Masa ia bisa bahagia, sebelum mengenal luka. 🌸🌸🌸 Patah hati adalah positif bila sang emosi diluapkan pada sebuah karya. Puisi, misalnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Just Words
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Segala Tentangmu ❝
  • My Qoutes of the days
  • Dua dunia Satu rasa [Hiatus]
  • SILENTIUM || End✓
  • harapan yang pupus
  • My Poems!

Aruna lahir di tengah keluarga yang penuh luka, di mana cinta terasa seperti kewajiban, dan rumah menjadi tempat paling sunyi untuk menangis. Dari ayah yang keras, diamnya ibu, bayang-bayang kakak sampai kehilangan yang tak sempat dimengerti... Aruna tumbuh dalam ketakutan, menyimpan trauma dalam diam, dan menyulam harapan lewat kata. Tapi hidup tak selamanya gelap. Dalam sunyi yang ia akrabi, perlahan tumbuh keberanian. Dari menulis puisi di kamar sempitnya, bertemu dengan seorang psikolog yang mendengar tanpa menghakimi, hingga akhirnya menemukan tempat baru untuk bernapas: tulisan. Ini bukan kisah tentang perempuan yang ingin diselamatkan, tapi tentang perempuan yang menyelamatkan dirinya sendiri. Karena luka tak harus hilang untuk bisa tumbuh. Kadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines