PENGAHARAPAN TANPA BATAS

PENGAHARAPAN TANPA BATAS

  • WpView
    LECTURES 55
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mai 2, 2018
Dosa kah aku mengaharapkanmu? Sebegitu sulitkah aku beraharap tentang kamu? Ku melihat bintang-bintang di malam hari yang gelap.. Dan ku harap bisa menggapainya.. Tapi itu konyol.. Bintang tidak akan bisa ku gapai.. Di antara bintang-bintang itu ada yang lebih indah . Bulan? Aku tidak tahu apakah bulan lebih indah dari malamnya gelap. Sepertinya bulan akan menjadi yang lebih indah di langit gelap itu.. Bintang? Mungkin bintang hanya sebagai penghias saja untuk memperindah langit gelap.. Dustakah bulan lebih indah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Your Beautiful Eyes (END)
  • BINTANG&BULAN
  • BUALAN
  • Dear Diary (SaTzu) remake
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Perihku Ditinggalkan
  • GARIS TAKDIR
  • " BYE "

Baca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah sekian lama aku jatuh hati lagi dengan kerlingannya kerlingan mata yang bagaikan senja disore hari Mata itu memang indah namun ada penyesalan mendalam setiap kali aku bertatapan dengannya. Rasa penyesalan yang mendalam dan rasa bersalah yang takut tak termaafkan. Andai kau tau aku telah jatuh hati denganmu, dengan binar mata indahmu Kau adalah penenang bagiku, melihatmu adalah candu untukku. Tapi apa kau akan memaafkan aku Keyra Ulfa Mutiara? Aku mohon jangan pergi lagi dari hidupku Jadilah pelita yang menerangkan hidupku yang penuh kegelapan karena kesalahan. ~Dafa~ Cinta? aku tidak tau apa itu cinta... Aku mendayung sampanku hingga ke tengah lautan Ombak besar sering kali menerjang, Aku sendirian, menghadapi badai yang tak segan menyerang Aku hanya berpegang pada Sang Pencipta Kasih sayangnya menolongku, membawaku menepi pada indah nya pulau Desir angin di pulau itu menyejukkanku Ku temukan seseorang yang begitu sangat membuatku jatuh hati ketika aku melihatnya senyumnya memberikan rasa nyaman tersendiri Tapi bagaimana jika dia yang aku cintai adalah orang yang telah membuatku juga berada di tengah lautan. membuatku menerjang badai besar dengan hempasan ombak tanpa ampunan Haruskan aku memaafkannya dan menerimanya? Oh Allah lapangkanlah hati ini agar mampu mencintainya dan menerima kesalahannya ~ Keyra ~

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu