PENGAHARAPAN TANPA BATAS

PENGAHARAPAN TANPA BATAS

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 2, 2018
Dosa kah aku mengaharapkanmu? Sebegitu sulitkah aku beraharap tentang kamu? Ku melihat bintang-bintang di malam hari yang gelap.. Dan ku harap bisa menggapainya.. Tapi itu konyol.. Bintang tidak akan bisa ku gapai.. Di antara bintang-bintang itu ada yang lebih indah . Bulan? Aku tidak tahu apakah bulan lebih indah dari malamnya gelap. Sepertinya bulan akan menjadi yang lebih indah di langit gelap itu.. Bintang? Mungkin bintang hanya sebagai penghias saja untuk memperindah langit gelap.. Dustakah bulan lebih indah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • BINTANG&BULAN
  • TIME will TELL {On Going}
  • Perihku Ditinggalkan
  • Matahari
  • BUALAN
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Titik Yang Benar

rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing. "Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya • • • • • • "Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya *kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja* ⚠️Wajib vote dan komen!!! •sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines