Rangkaian dalam gelap

Rangkaian dalam gelap

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 2, 2018
Sebelum ini, aku pernah merangkai nya sendiri. Jauh sebelum ada dia, Bahkan sampai sekarang rangkaian itu masih ada. Tapi kali ini, ia aku letakkan amat berbeda. Disebuah ruang yang amat gelap tanpa ada satu orangpun yang tau kecuali aku. Aku takkan ingin ia diperlihatkan lagi. Tapi percuma, segelap apapun ruangannya, sejauh apapun aku meletakkannya. Ia sudah ku rangkai. Sebelum ini, aku pernah berusaha untuk semuanya. Sampai akhirnya aku berada di posisi yang tak pernah aku bayangkan. Aku perlahan berusaha membangunkan diriku lagi, seperti pertama sebelum aku merangkainya. Tahap pertahap aku bangkit, aku berusaha untuk tetap baik-baik saja disetiap kondisiku. Perlahan aku mulai bisa menerima kenyataannya. Bahwa dia memang bukan untuk ku rangkai. Mungkin hanya sekedar pengisih cerita hari-hari lampau ku. #TBC ya
All Rights Reserved
#981
ceritakita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Andira [End]
  • GREENSTA [END]
  • AURORA
  • Ilusi
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • RAKA
  • Cerita Tentang Kita
  • ELLGAR (TAMAT)
  • Remaja

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines