FORCED TO BRING LOVE

FORCED TO BRING LOVE

  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 20, 2019
Cintaku memang terpaksa dengannya tetapi karna keterpaksaan itu aku menjadi benar-benar jatuh cinta. Baru pertama kali itu aku merasakan cinta, kepergiannya membuatku bersedih dari luar dan kepergiannya juga membuatku berteriak dari dalam. Tidak ada kata lain yang dapat kuberikan, selain: "Penyesalanku menjadi gemerlapan di siang hari", dan "Kerinduanku menjadi malam yang sunyi, bagai bumi yang tiada bunyi", serta "Hati menjerit, untuk memanggilnya kembali, namun tidak bisa untuk kedua kali". Itu kata-kata yang terucap dari mulutku selama ini, memang aku belum bisa move on apalagi tidak memikirkannya, melihat wajahnya di taman kami belajar, membuatku ingin menjadi pacarnya kedua kali, walaupun banyak cowok yang menggodanya ia tetap bersikap seperti biasanya. Ramah, sopan, baik, cantik, anggun dan banyak lagi lainnya. Matanya indah dengan bulu mata yang lebat, bibirnya seperti orang yang lagi malu-malu, kulitnya bagaikan sutra yang tersentuh lembut, sifatnya bagai pohon yang rindang dan ibadahnya bagai jalan yang lurus tanpa berbelok, itulah dia. Namun, apakah sekarang masih seperti itu... Apakah ia mau menerimaku yang kedua kali?... dan bagaimana kisah kami selanjutnya.
All Rights Reserved
#904
kenangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • My Junior My Love ✔️
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • My Idol My Boyfriend ~ Pcy [END]
  • She(r)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • flashback~

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines