We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kutukan dan Gadis Berambut Merah(end)

Kutukan dan Gadis Berambut Merah(end)

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Fanfic
"Apa kutukan?" Potong Zen, ia sangat kebingungan. Pak tua itu mengangguk. "Kau ingat cerita itu? Dimana sang penyihir ingin anak dari raja. Untuk ia makan agar menyempurnakan ilmunya. Penyihir itu sangat berbahaya. Tapi tenanglah, penyihir itu sudah mati dibantai oleh pendekar suruhan raja." "B-bagaimana kau mengetahuinya?" "Tidak, tunggu, kau bilang kutukan? Apa itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Zen semakin bingung. Seperti apa kutukan itu? Dan bagaimana cara menghilangkannya? Apa yang akan dilakukan pangeran? halo... maaf baru nongol, penasaran ga? baca aja yadan jangan lupa vote nya hehe... selamat membaca.....
All Rights Reserved
#138
zen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petualangan Penyihir Jalanan : Benzaiten x Masked Man
  • Yami No Hashira¡! -[Kimetsu No Yaiba]-
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • I failed to throw villain away- R19 (Special Side Stories) .₊˚⊹♡Luna_ela
  • Naruto : Protect To Recovery
  • [Finished] Space // KNY x FReader x BNHA
  • Western Prince's : Son of Hero [END]
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-

Zen tidak tahu siapa, dimana, atau apakah dia punya keluarga kandung atau tidak. Karena sejak awal Zen besar di jalanan dengan orang-orang baik yang mau merawatnya meski tidak punya hubungan darah. Meski penasaran dan bertanya-tanya, dia tetap bisa hidup bahagia dan berkecukupan sebagai penyihir jalanan pemburu hadiah. Suatu hari seseorang bertopeng burung yang aneh memberitahu Zen informasi kecil yang mengarah ke apa yang dia cari. Maka kemudian Zen mengikuti instingnya untuk menemukan kejelasan tentang hal rasa ingin tahunya. Zen siap melakukan apapun. Bahkan jika sahabatnya mengatakan idenya gila, atau mungkin bersepakat dengan iblis, atau pun dia diharuskan memakai topeng dan memainkan sandiwara. Apapun yang dibutuhkan, terserahlah. Tekadnya sudah bulat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines