Kutukan dan Gadis Berambut Merah(end)

Kutukan dan Gadis Berambut Merah(end)

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Fanfic
"Apa kutukan?" Potong Zen, ia sangat kebingungan. Pak tua itu mengangguk. "Kau ingat cerita itu? Dimana sang penyihir ingin anak dari raja. Untuk ia makan agar menyempurnakan ilmunya. Penyihir itu sangat berbahaya. Tapi tenanglah, penyihir itu sudah mati dibantai oleh pendekar suruhan raja." "B-bagaimana kau mengetahuinya?" "Tidak, tunggu, kau bilang kutukan? Apa itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Zen semakin bingung. Seperti apa kutukan itu? Dan bagaimana cara menghilangkannya? Apa yang akan dilakukan pangeran? halo... maaf baru nongol, penasaran ga? baca aja yadan jangan lupa vote nya hehe... selamat membaca.....
All Rights Reserved
#94
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • Petualangan Penyihir Jalanan : Benzaiten x Masked Man
  • Prince's Bonten[End|| Baby Takemichi]✔
  • Menjadi Karakter Figuran Dalam Kisah Cinta Guru Dan Murid  成魔_启夫微安【完结+番外】
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah
  • Beauty and The Curse
  • I failed to throw villain away- R19 (Special Side Stories) .₊˚⊹♡Luna_ela
  • I Was The Evil Witch
  • [Finished] Space // KNY x FReader x BNHA

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines