Cinderella Story

Cinderella Story

  • WpView
    LECTURES 793,693
  • WpVote
    Votes 31,812
  • WpPart
    Chapitres 25
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 29, 2014
"Kau suka Cinderella, huh?" Tanya nya dengan wajah yang menggugah kepalan tanganku untuk menonjoknya. Aku memilih diam. "Sama sekali tidak cocok! Wajahmu seperti tukang pukul, tidak cocok menyukai Cinderella. Kau lebih cocok menyukai boneka santet" Katanya lagi. Lalu ia tertawa terbahak-bahak. "Maaf Pak, bisa tidak anda tinggalkan saya? Atau mau saya tendang bokong bapak sampai dijalan raya!" Ancamku galak. Dia tertawa geli lalu melenggang pergi. Dasar menyebalkan! -Ini bukan cerita Cinderella yang menye-menye yang pasrah pada kenyataan. Tapi, Ini cerita tentang Cinderella tangguh yang berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempat terenggut darinya.- masih ingat Anit dan Revi di 'Fix You' kan? Nah mereka hadir diceritanya sendiri. Kalo belum ngerti silahkan baca 'Fix You' , mereka bertemu di story itu :)
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Adka Is BABY [FemDom]
  • REVANO UNTUK REVA
  • Cinderella Vs Pangeran Drama
  • [✅] Pernikahan Kontrak | Bakugou Katsuki x Readers | Adult AU
  • i hate you bossy!
  • D O M I N A N || RUPHA
  • Baby Boy [FemDom]
  • Jangan Pergi, Ayi

ᴄʜɪʟᴅɪsʜ ʙᴏʏ sᴛᴏʀʏ 𝟸 Adka Frederick itu : -Manja -Cengeng -Pintar -Ceria -Sok keras -Lucu dan tampan -Bayik gede! Sebaliknya Natasyan Karla itu : -Dominan -Keren -Mandiri -Pintar -Cantik -Suka jahilin Adka! __________ "Karla~ aku pinjam bahunya sebentar~" Adka merengek manja, matanya luyu dan beberapa kali mengedip. "Buat apa?" Adka tersenyum manis walau dengan mata yang sudah mengantuk. "Aku kepengen bobok... boleh ya?" Matanya memelas. Karla menggelengkan kepalanya tanda tak mengizinkan. "Ngg... Kenapa?" Karla hanya diam tanpa menjawab. Ia menampilkan wajah datar dan menyeramkan. Membuat lelaki di sampingnya itu menciut. "Karla, aku ngantuk tau!" Sedih banget dirinya di tolak begini. "Kamu bisa sandaran di bahu mami Ila." "Gak mau!" "Yasudah, jangan bobok kalo gitu." "Karla~" "Naon sih?" "Sandaran yaa? Boleh kan? Boleh dong!" Lelaki itu segera memeluk bahu sempit milik Karla dan bersandar di sana sembari memejamkan mata. "Apa sih peluk-peluk gini? Sesek tau!" "Bodo amat, tau! Adka tuh mau bobok! Karla diem aja deh." Pada akhirnya Karla hanya bisa pasrah. Punya pacar manja sok keras kayak Adka memang melelahkan, namun sikapnya itu lah yang membuat Karla nyaman dan ingin menjahili Adka terus-menerus. Eh, gimana ya kalo Adka di jahilin dengan embel-embel kata putus? Seru deh pasti!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu