Cinderella Story

Cinderella Story

  • WpView
    LECTURAS 793,737
  • WpVote
    Votos 31,825
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 29, 2014
WpInfo
Ficción
Romance
"Kau suka Cinderella, huh?" Tanya nya dengan wajah yang menggugah kepalan tanganku untuk menonjoknya. Aku memilih diam. "Sama sekali tidak cocok! Wajahmu seperti tukang pukul, tidak cocok menyukai Cinderella. Kau lebih cocok menyukai boneka santet" Katanya lagi. Lalu ia tertawa terbahak-bahak. "Maaf Pak, bisa tidak anda tinggalkan saya? Atau mau saya tendang bokong bapak sampai dijalan raya!" Ancamku galak. Dia tertawa geli lalu melenggang pergi. Dasar menyebalkan! -Ini bukan cerita Cinderella yang menye-menye yang pasrah pada kenyataan. Tapi, Ini cerita tentang Cinderella tangguh yang berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempat terenggut darinya.- masih ingat Anit dan Revi di 'Fix You' kan? Nah mereka hadir diceritanya sendiri. Kalo belum ngerti silahkan baca 'Fix You' , mereka bertemu di story itu :)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Stay (Away)
  • Jangan Pergi, Ayi
  • REVANO UNTUK REVA
  • Rahellitha
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ON SIGHT (Completed)
  • My Little Monster - Completed
  • D O M I N A N || RUPHA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido