Story cover for ATHEVAN  by yuriding
ATHEVAN
  • WpView
    Reads 9,856
  • WpVote
    Votes 336
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 9,856
  • WpVote
    Votes 336
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Apr 24, 2018
"Lo bisa gak ikutin gue terus?" ujar seorang gadis dengan nada kesal.

Lelaki itu cenggegesan "Kan mau jaga Calon Pacar" ujarnya. "Ups lupa. Calon Kakak Ipar maksudnya" ujarnya lagi sembari menutup mulut.

"Gue kaduin sama laki gue lo" balas gadis itu kesal bercampur amarah.

"Kaduin aja. Palingan abang gue nyuruh gue buat jagain lo disekolah" sahut Lelaki tersebut santai.

"Lo bukannya jagain gue tapi buat gue sensara"

"Masa sih?" ujarnya menggerlingkan mata genit.
All Rights Reserved
Sign up to add ATHEVAN to your library and receive updates
or
#280putus
Content Guidelines
You may also like
I'm Not Just a Figuran by izza21_b
66 parts Ongoing
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
You may also like
Slide 1 of 10
Hi Hera! cover
Protagonis E'x Girlfriend  cover
The Time cover
Sister's Of Antagonis [ MASIH REVISI ] cover
GRAVARENZO cover
SAGARA :(He is my husband)  cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
ENVELOVE cover
I'm Not Just a Figuran cover
ATLANTIS 2: PANGLIMA cover

Hi Hera!

24 parts Ongoing

"Stop ikutin aku!!" Langkah yang semula pelan menjadi tergesa saat Hera melihat Laki-laki di belakangnya yang terus mengikutinya. "No, Love. I want to make sure you're okay" "Kita udah putus Je! jangan ganggu aku!" "I never agreed to it" Dia Helera Varadisa gadis pintar yang banyak di kenal di sekolahnya dengan ciri khasnya pita biru yang selalu tampil cantik di rambutnya. Kehidupannya yang awalnya hanya seputar belajar, membaca, dan menulis berubah lebih menyenangkan kala ia bertemu dengan Jerald Van Derico. Laki-laki yang kehidupannya bertolak belakang dengan Helera, Jerald bukan anak yang terkenal karena kepintarannya ia justru dikenal karena sering membuat keributan dengan teman-temannya. Meski begitu Hera senang menjalin hubungan dengan Jerald, meski harus dengan keadaan backstreet. Awalnya semula Hera yakin kisah masa abu-abu nya memang lebih manis setelah mengenal Jerald, sebelum sesuatu terjadi menghancurkan keyakinan Hera. "Je kamu beneran belum punya pacar kan?" Jerald yang di beri pertanyaan itu dengan tegas menggeleng sebagai jawaban. Setelah melihat dengan jelas interaksi Jerald dengan gadis itu Hera menggelengkan kepalanya pelan. Hera segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin membiarkan hatinya lebih lama lagi merasa sakit.