Devil's Anatomy

Devil's Anatomy

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2019
Uang yang selalu jadi masalah nomor satu bagi Eva tiba-tiba berubah ketika ia mendapatkan uang mendadak dari warisan paman yang bahkan tidak pernah ia kenal. Masalahnya hanya satu, untuk mendapatkan itu ia harus mau bertunangan dengan Tian, orang yang paling ia hindari karena suatu kejadian yang membuatnya tidak mau lagi menginjakkan kaki ke SMP lamanya. Keputusan yang salah ternyata membawa Eva terbangun di kamar hotel bintang 5 Tian, membuatnya harus memilih antara lari seribu langkah dari Tian, yang sekarang bukan saja terlihat sangat tampan tapi telah menjadi dokter terkemuka, atau tinggal dan mendapatkan uang yang seharusnya menjadi miliknya! cover illustration: not by me
All Rights Reserved
#46
warisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  •  Si cantik jahat membawa bayinya bersama pasukannya
  • The National Goddess Reborn
  • Hope Was My Mistake
  • Denting Waktu di Lapangan Basket

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines