Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    LETTURE 36
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, apr 24, 2018
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Berasal dari permainan Roleplay mereka kini menjalin hubungan di real life. Nadet : "Kalo dia suka kamu di rl juga gimana?" Zilix : "Kalo dia suka aku dirl ya gapapa, intinya aku sayang nya rl ke kamu." Nadet pun menahan air matanya yang ingin mengalir, sambil menggenggam handphone nya yang sedari tadi ada balasan dari pujaan hatinya. Zilix. Dengan keberanian nya Nadet pun membalas dengan kata kata "jika kamu bahagianya sama dia, gapapa. kamu harus bahagia meski tidak denganku:)" Zilix pun membalas "Hmmm" Nadet : "aku benci kalimat yang aku ketik tadi." Zilix : "aku juga benci, sangat benci" Nadet bingung apa yang sedang dirasakan nya itu. ia hanya bersalah telah menitikkan air matanya. Zilix : "Nad, kalau begitu.." Nadet membaca pesan dari zilix saja, karena ia menangis tak karuan. entah apa yang dipikirkan nya, air mata tak bersalah telah jatuh ke bumi. Zilix : "Stay with me"
Tutti i diritti riservati
#223
staywithme
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Bonded by Game
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅
  • My Enemy Is Mine
  • Marriage Contract(LingOrm) E-book
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • OBSESSED with your body(END)
  • the other side
  • AIRIS

Malam itu, Aurora mengetukkan jarinya di meja sambil menunggu ronde berikutnya dimulai. Layar monitornya dipenuhi sorotan neon khas Valorant, suara tembakan dan langkah kaki menggema di headset. "One enemy remaining," suara announcer terdengar. Aurora menggerakkan crosshair-nya dengan hati-hati. Dari sudut matanya, ia bisa melihat rekan satu timnya-"NateX"-bergerak cepat ke arah musuh terakhir. Dor! "Nice one!" suara NateX terdengar di voice chat. Aurora tersenyum kecil. Mereka sudah lama bermain bersama, tapi tetap saja terasa menyenangkan setiap kali menang sebagai tim. Entah bagaimana, mereka selalu bisa memahami gaya bermain masing-masing, seolah sudah kenal bertahun-tahun. Padahal, mereka hanya tahu satu sama lain lewat nickname di game. Ting! Sebuah pesan masuk di chat pribadi. NateX: "Eh, kalau kita ketemu di dunia nyata... kita bakal tetap sekompak ini nggak, ya?" Aurora menatap layar. Jantungnya berdebar, meskipun ia tak tahu kenapa. Mereka hanya partner di game-tak pernah bertanya nama asli, tak pernah membahas kehidupan di luar layar. Tapi untuk pertama kalinya, ia bertanya-tanya... siapa sebenarnya "NateX" ini?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti