A Long December

A Long December

  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 22, 2018
Cerita tentang Davi yang ganteng yang nakalnya masih dalam batas wajar untuk anak seumuran dia. Davi yang termasuk cowok most wanted di sekolah. Davi ya Davi yang sayang keluarga. Davi yang kerjaannya nurutin maunya Kasa, adiknya, kemanapun Kasa mau. Sayangnya, walaupun nakalnya wajar, Davi itu agak brengsek kalo sama cewek. Gemesin deh. Cerita tentang Kinar atau Rara atau Nara atau apa aja deh panggilannya Kinara si bule blasteran. Seangkatan sama Davi tapi beda jurusan. Ketemu pertama kali di kelas IPA. Ngerti nggak maksud gue apa? Tck, baca aja deh. Pokoknya Kinar itu ya Kinar. Sayang banget sama Tigran. Pecinta karya-karya Enid Blyton. Cewek yang nggak pernah makan di Kantin Hitz-nya Pak Sabar. Mantannya Tigran dong. Cerita tentang Tigran, mantannya Kinar. Tigran yang manis. Tigran yang romantis. Tigran yang penyayang... Jeng jeng..! Tigran yang sekarang bukan Tigran yang tertulis seperti di atas. Intinya ya gitu. Yaudah kalo minat baca, silahkan...:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Fierce Love
  • When Petal Bloom
  • Saturnus,Uranus,Neptunus [BXB] [BL]
  • Cinta idiot ❤
  • Innocent Captivate Girl [HIATUS]
  • Ice Princess
  • Dunia Davin
  • TRIANGLE(who are you?)
  • Inability✅

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines