Mentari

Mentari

  • WpView
    Leituras 2,404
  • WpVote
    Votos 160
  • WpPart
    Capítulos 29
WpMetadataReadConcluída qui, ago 29, 2019
"Tar?" "Apa?" Mentari membalas panggilan Surya tanpa balas menatap. Memilih untuk tidak menjawab pertanyaan pertama. "Gue benci sama lo, lo tau?" Tanya Surya lagi, membuat kali ini Mentari menoleh. "Kenapa lo mau jalan sama orang yang benci sama lo?" Mentari tertegun untuk sesaat. Ditatapnya langit malam yang kosong, taman ini selalu sepi apa pun cuacanya. "Eumm.." Mentari masih memandangi langit, "Gue tau lo benci sama gue, I hate you too anyway. Tapi, well, gue tau lo bukan orang jahat, dan lo nggak akan nyakitin gue sebenci apa pun lo ke gue," "Naïve," Celetuk Surya, membuat Mentari memutar bola matanya. Copyright 2019 by Shinyrainy
Todos os Direitos Reservados
#828
2019
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dari Rp Jadi Rl (?)
  • KETOS VS PRESBEM ✔️ [Terbit]
  • Sea (n) Sky [End✅]
  • MOONSTAR (END)
  • About Meet (COMPLETED)
  • AURORA
  • First Tuesday In September✔️
  • TULIP ✔
  • GALAKSI MENTARI (TAMAT)
  • Give Me A Hug (End)

[Follow dulu dongg, biar makin semangat] *** "Mau virtual atau nyata itu sama aja, kalau emang semesta gak berkehendak untuk bersama pasti akan ada halangan. Tapi sebaliknya jika semesta berkehendak untuk bersama, mau sesulit apapun cobaannya pasti tetap ada jalan untuk bersama." *** "Maksud lu apa Clar? lu kan sahabat gua." "Tapi gua ga nganggap seperti itu, lu itu bukan sahabat gua. Kalo lu gamau kehilangan gua, tinggalin Rey sekarang juga. Gausah berhubungan lagi sama Rey." *** "Egois lu sialan!" Rey sudah tak tahan dengan semua sikap perempuan dihadapanya ini. "Emang! aku gini juga buat kamu Rey! aku berjuang demi dapetin kamu! tapi kamu?" "Cara lu salah! Kalo lu berjuang, pake cara yang bener. Lah ini apa? lu mau bunuh orang yang katanya itu cuman demi gua? sinting lu? yang ada gua makin gamau sama lu." Air mata Clara semakin deras, ia tak kuasa lagi menahan semua yang ia rasakan. ia menjambak rambutnya, memukul kepalanya, menampar pipinya. "Gua bodoh.. gua bodoh Rey.. gua, gua udah gapunya muka Rey apalagi didepan Fitri... Gua terlalu malu buat nunjukin muka didepan dia.. gua ga akan disebut sahabat lagi sama dia.." *** "Mah, Clara gapapa kan? dia baik baik aja?" "Tentu saja Clara gapapa. Sudah ya sayang, kamu istirahat aja dulu." *** Warning!! -Banyak kata kata kasar -Banyak kata nonbaku -Banyak typo SlowUpdate:) ©2019 TetetDiHatiQ

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo