I'II BE YOURS

I'II BE YOURS

  • WpView
    Reads 209
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 6, 2019
BERLIAN PRANAJA.. Nama yang begitu sempurna. Seperti nama nya yang sangat berharga. seorang cowok yang tidak mudah tersentuh, irit bicara, dingin dan juga kaku. seorang Berlian juga mempunyai Cri Khas nya sendiri.. " Tidak pernah tersenyum." membuat semua orang enggan dan takut kepada nya, Kecuali satu orang yaitu.. BUNGA BUNGA ANASTASYA... Seorang gadis sederhana, periang dan juga mempunyai sikap konyol nya, membuat semua orang mampu untuk tersenyum bahagia. Hati nya yang sudah menjatuhkan Bunga kepada seseorang yang begitu dingin, dan juga kaku, membuat Seorang Bunga merasakan CINTA PERTAMA NYA... saat pertama kali ia bertemu langsung dengan seseorang yang begitu manakutkan dan tidak pernah tersenyum sama sekai yaitu.. BERLIAN INTIP YUKKK... KISAH MEREKA..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I (Space) You
  • DERAN
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ON SIGHT (Completed)
  • GASA [end]
  • Bad-Boy (Complete)
  • LALA
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • ALESYA (END)
  • CINTA YANG NYATA

* * * "Gue udah tahu semuanya.. Selama ini Lo pura-pura jadi orang lain... Lo bohongin gue Anggisa!" ucap Hezal dengan penuh penekanan. Anggisa tersenyum tipis , ia menunduk sebentar sebelum menoleh pada laki-laki yang ia cintai disampingnya ini. "Tapi kamu juga menjadikan aku bahan taruhan kamu" ucap Anggisa dengan nada pelan seperti biasanya. Hezal tersenyum meremehkan "Lo pantes dapetin itu... Karena lo .. Sampah!" Anggisa tidak menjawab , ia menunduk lagi. Kali ini, air matanya dengan mulus lolos begitu saja dari mata indahnya. Lagi! Laki-laki ini memang selalu berhasil menjungkir balikkan dunia Anggisa. "Turun Lo ! Dan silakan Lo tinggalin gue sejauh mungkin " tegas Hezal, tangannya mencengkram stir mobil dengan keras. Tanpa berkata lagi , Anggisa turun dari mobil Hezal. Mata Anggisa menatap kepergian Hezal , ia tidak bisa bergerak sama sekali. Anggisa tidak akan meninggalkan Hezal , tetapi laki-laki itu yang membuat ruang kosong diantara mereka. * * * " Tidak penting dengan siapa kita jatuh cinta pertama kalinya , karena pada orang terakhirlah kita akan merasa penting menghabiskan disetiap detiknya waktu." -Anggisa Rana Hainun-

More details
WpActionLinkContent Guidelines