Aku Hidup Lewat Puisi

Aku Hidup Lewat Puisi

  • WpView
    Lecturas 521
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 28, 2024
WpInfo
Poesía
Jika ditegakkan pada prinsip keadilan, manusia harusnya diadili karena sering kejam pada diri sendiri. Membungkam, menyelimuti, dan menutupi semua hal pada diri yang nalurinya baik terang maupun gelap hanya memanusiakan. Maka, melalui balutan aksara tanda perasaan ini, mari membuka tabir dan belajar lebih jujur pada diri. Karena pada dasarnya kita hidup melalui puisi...
Todos los derechos reservados
#48
rangkaian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aksara Tak Bertuan
  • pengendali hati
  • Nasihat dalam Puisi
  • Sasmita Nivriti
  • PROSA
  • Tentang Kamu [Completed]
  • Barisan Penyesalan
  • Almost.
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido