We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Waiting for the time

Waiting for the time

  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Diam lebih baik dari pada menjelaskan yang sebenarnya seperti aku yang hanya bisa memandang mu dalam diamku Hingga diam itu membuatku geram dan sakit dengan kata kata yang selalu membayangiku Diam dan pasrah yang selalu ada di benakku karna aku tak dapat mengelak jika memang itu kenyataannya yang memang pahit Aku hanya bisa berharap dan menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya atau mungkin tidak sama sekali Namun kata kata menyakitkan itu selalu membayangi benak ku hingga membuat hati yang kuat ini hancur _________________________________________ Karang dan Ombak laut Itu yang mungkin dapat di gambarkan dari sifat keduanya Si batu yang selau diam tanpa kata kata walaupun selau diterpa oleh Si ombak dengan kata kata menyakitkannya itu . Setegar , sekuat dan sekeras apa pun batu bila sudah selalu diterpa oleh ombak akhirnya ia akan terkikis sedikit demi sedikit akhirnya ancur begitu saja . Maklumi ya ini cerita pertamaku dan tolong dukungannya ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Secangkir Teh
  • If Able To Say
  • MAHENDRA
  • DIAM
  • SELA ta KEY [END]

Kamila Almeira Athaya. Gadis ceria dan menyukai hal-hal yang sederhana, seperti permen milkita dan strawberry. Karena sifatnya itu, banyak yang diam-diam menyukainya. Beberapa berani mendekat, mencoba mengukir kisah dan ada juga yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Tapi meskipun banyak orang yang ingin mengisi hatinya, hati Kaila tetap tak tergoyahkan. Karena tanpa ada yang tahu, di balik tawa dan sikapnya yang ceria, ia menyimpan satu nama di hatinya, seseorang yang belum bisa ia lupakan. Seseorang yang diam-diam masih ia tunggu. Dan di antara mereka yang berusaha mendekatinya, ada satu orang yang terus bertahan, yang selalu ada di sisinya. Rama. Sosok yang mungkin, tanpa Kaila sadari sudah mulai mengisi celah kosong di hatinya. Namun, apakah Kaila akan tetap menunggu seseorang dari masa lalunya? Ataukah akhirnya ia akan menyadari bahwa cinta yang ia cari selama ini, justru ada di hadapannya? • • "Aku masih menunggumu. Meski waktu terus berjalan, meski semua orang menyuruhku melupakan. Tapi bagaimana bisa aku pergi, jika hatiku masih tertinggal padamu?" - Kamila Almeira Athaya "Gue suka dia, semua orang mungkin juga tahu. Tapi yang nggak sama orang tahu, gue selalu kalah sama orang yang disimpan dihatinya. Gue cuma bisa ada di dekatnya, berharap suatu hari dia bakal ngelihat gue lebih dari sekadar teman." - Rama Bramantya Sakha

More details
WpActionLinkContent Guidelines