Dear Fandera

Dear Fandera

  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 23, 2018
Nayra ... itulah namaku yang mungkin lebih tepatnya Nayra Rizaski. Sebelumnya ini kisahku kisah yang mungkin BANYAK dirasakan oleh sebagian orang. Apa kalian pernah menyukai sahabat kecil kalian? Yaps aku pernah, mungkin lebih tepatnya masih dirasakan hingga sekarang. Entah dari mana ataupun kapan aku menyukainya, akupun tak tahu?. Sebelumnya aku sempat berfikir apakah ini hanya sebatas rasa kagum atau mungkin rasa nyaman yang dirasakan karena selalu bersama. Akan tetapi entah mengapa seiring dengan berjalannya waktu aku selalu merasa sakit bila dia dekat dengan orang lain meskipun itu sahabatku sendiri.
All Rights Reserved
#11
akucintakamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Inikah Cinta?
  • TRAUMA
  • VIA-AMARA
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Tentang Rasa
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • 👫sahabat jadi cinta❤(tamat)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines