Please...save us...

Please...save us...

  • WpView
    Reads 555
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
Dunia mulai hancur dan manusiapun mulai punah.... Hal yang biasanya hanya terjadi di dalam adegan film-film sekarang menjadi nyata... GUBRAK!! "Teman-teman!!" teriak devina. "Devina,kamu ini kenapa?" tanya buk elvi. "Huh...huh....i..itu..di..diluar...a...da.." kata devina sambil sesak nafas karena berlari." "Ngapa pin?ada apa diluar??" tanya siti. "Kyaaaa...." suara teriakan pun terdengar keras di telinga mereka. SELAMAT MEMBACA
All Rights Reserved
#19
zombies
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • DEVANO ( sedang di Revisi)
  • The Return Of Gods || CH || Indo
  • If we can together
  • Yang Tak Dapat Kuhindari
  • Ketika Aku Mencari Cinta
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • TUBUH GADIS NERD [END]

Prolog: Humaira selalu bersikap baik kepada siapapun. Bahkan, kepada orang yang menyakiti perasaannya. Humaira adalah orang penuh kasih, orang yang selalu tertawa dan menghibur, akan tetapi ... setiap kali ia melindungi orang yang selama ini ia sayangi dengan hati yang tulus. Justru, itu adalah orang yang menyakiti perasaan, lebih menyakitkan dibandingkan orang yang membencinya secara terang-terangan. Ibunya sendiri. Ibunya sendiri orang yang ia sayangi, sekaligus orang yang selalu menorehkan luka. Berbeda dengan Lia, ia hanyalah gadis keras kepala yang orang orang kenal. Ia adalah orang yang paling keras ketika menegakan kebenaran, paling keras ketika berargumen, serta paling mengerti detail kecil seseorang. Lia tidak sama seperti Humaira, Lia adalah gadis yang berani membalas orang yang menyakitinya. Jika ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, ia tak membalas dengan omongan. Ia membalas dengan menghancurkan kehidupan orang itu, hingga orang itu putus asa. Ia bukanlah pemaaf seperti Humaira. Ia lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seseorang yang memakai topeng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines