Gula-gula Alphabet

Gula-gula Alphabet

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 26, 2018
aku terdiam kembali disini, sayang. menanti hangatnya kamu lagi. aku memang lelah menunggu kamu yang dulu hadir lagi. tapi apa mampuku? mungkin aku bukan siapa-siapa bagimu. tapi sayangnya kamu tidak begitu bagiku. aku menganggap kamu lebih dari orang lain. ingat, kenangan yang sudah kita ukir bersama sekian lama di beberapa waktu kebelakang, sayang? cukup bukti buatku menjadikanmu seorang yang sangat berharga bagiku. semua kenangan itu. ah. aku selalu meringis setiap kali mengingatnya. kamu bahkan sekarang bersikap seolah kamu tidak lagi memperdulikan semua itu. tolong jangan membuatku ragu mempertahankan semua ini. tolong jangan membuatku menyerah memperjuangkan segala tentang kita ini. aku masih ingin menjadi tokoh utama dalam cerita ini. aku masih ingin bersanding denganmu. egoiskah aku jika aku berusaha bertahan agar aku bisa bahagia? egoiskah aku memaksa kamu merasakan hal yang sama? ah, seandainya kamu menjadi aku.. merasakan segala yang berubah perlahan. apa mungkin kita dahulu saling mengenal begitu dalam sampai saat ini kita seakan tidak pernah saling mengenal satu sama lain? entah. aku tidak mengerti. semakin aku pikir, semakin aku tidak mengerti. sayang, aku masih disini. karena aku yakin kisah kita belum usai sampai disini. masih banyak hal yang bisa kita lakukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Maybe It's You(?)
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • 𝐭𝐨𝐦𝐨𝐫𝐫𝐨𝐰, 𝐚𝐭 𝐬𝐮𝐧𝐫𝐢𝐬𝐞
  • KELINCI DI PADANG ILALANG (Yizhan) End ✅
  • N O R A [on going]
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • flashback~
  • Cahaya Dirimu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines