Hanya  Sebuah Kata

Hanya Sebuah Kata

  • WpView
    Reads 1,463
  • WpVote
    Votes 395
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 14, 2021
Sesuai judulnya ini hanya sebuah kata dari hati dan pikiran saya Maaf kalo ada kesamaan tutur kata Karena saya juga nyari inspirasi dari berbagai aspek Antar halaman tada ikatan yaa Selamat membaca Semoga terhibur B-) **** Lambat laun rasa saling peduli itu muncul Lambat laun rasa sayang itu timbul Tanpa kita minta sekalipun Dan tanpa kita sadari apa yang telah terjadi Waktu terasa begitu cepat Kini,pintu perpisahan sudah ada di depan kita Tanpa sekat Walau hati tak siap untuk merindu Walau diri ini tak siap tanpamu Tetapi akan kurelakan dirimu pergi Pergi lah kawan Berlarilah menjemput masa depanmu Masa depan yang kau impikan
All Rights Reserved
#31
asem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • • EUTANASIA •
  • Strong Girl
  • perjodohan ( greshan ) END
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • After My Prayed
  • in front of my house ; greshan
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines