Gaza I'm Coming

Gaza I'm Coming

  • WpView
    Reads 13,737
  • WpVote
    Votes 456
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Di Tengah Desingan Peluru, Cinta Itu Bersemi.. ••••• "Kamu ingin meliput Gaza?" tanya Devin pasti, hingga ia terlonjak dari duduknya. "Ya. Aku ingin menaklukkan Gaza dengan kameraku ini," balasnya meyakinkan. Sungguh, ia seperti aku.. Dengan gelegak yang sama saat aku dikirim ke sini... ••••• *Dalam Spiritual-Romance. *Cerita ini bukan karya saya. Ini merupaka salah satu novel karya kak Khamsiah S.H.I., dengan nama pena Ainun Ainan Takhsyaallah. Penerbit Syafira. Silahkan mampir di www.divapress-online.com Tidak ada yang saya edit, Dari beberapa karyanya yang menggugah. Hanya ingin melanjutkan dan semoga para pembaca suka. Sengaja mengambil cerita dari novel ini, Kedukaan yang masih terus menyelubung dan membentuk luka mendalam bagi umat muslim di seluruh dunia. karena semakin meraja lelanya aksi nista tentara Israel, begitu menyayat hati saat menyaksikan keadaan saudara-saudara kita yang masih terus terteror dan begitu banyaknya korban oleh kekejaman Zionis yang tidak berperikemanusiaan. Dan masih saja berlanjut dari waktu ke waktu. Semoga kesabaran dan ketegaran selalu beserta mereka. Dan semoga hati kita pun semakin tergerak untuk turut mengulurkan tangan dan memewujudkan harapan bagi saudara kita di sana. •••••
All Rights Reserved
#4
deadline
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sang Pemilik Luka
  • Takdir Tersembunyi 1 & 2 [SUDAH TERBIT✔️]
  • Jalur Gaza [ TERBIT ]
  • Gelembung Waktu (END)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • ALESYA (END)
  • Qiyamah Senja-completed

Tentang Naomi Meishana Eloise-gadis dengan luka yang tak terlihat. Di balik keceriaannya , tersimpan jiwa yang telah lama lelah disakiti, terutama oleh sosok yang seharusnya melindunginya: ibunya sendiri. Meisha tumbuh dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan takdir seolah tak pernah berpihak padanya. Ia terus berjalan, menyembunyikan luka di balik senyuman tipis dan diam yang rapat. ***** "Jauhkan kucing itu dari gue!" bentak Meisha dengan suara bergetar. Nafasnya memburu, dadanya naik turun tak terkendali, dan matanya mulai berkaca-kaca. "Why? Lo phobia?" tanya Keenan, bingung. "Gue trauma... sama makhluk berbulu itu. Tolong, jauhin..." bisik Meisha lirih, sebelum akhirnya isak tangis pecah dari bibirnya. Keenan langsung tersentak, buru-buru menurunkan kucing itu dari pelukannya. Dengan perasaan bersalah, ia meraih bahu Meisha yang mulai bergetar hebat. "Maafin gue... gue bener-bener gak tau. Gue gak bermaksud bikin lo kayak gini." Suaranya melembut, penuh penyesalan. Ia lalu memeluk Meisha perlahan, menenangkan gadis itu sambil mengusap punggungnya dengan lembut. "Apa yang bikin lo bisa sampai segini traumanya?" tanyanya pelan. Meisha diam. Sesaat kemudian, ia menggeleng pelan, menahan perih yang belum siap dibuka. "Maaf... untuk sekarang, gue belum siap cerita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines