Flakes
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 6, 2018
Fitah memandangi beberapa foto keluarganya yang diselipkan di dalam buku diarinya. Ayah, ibu, dirinya dan Fikah adik satu-satunya. Ia menangis, hal yang paling sering ia lakukan saat memandangi foto itu. Ia benci takdir seperti ini, sudah sering ia berdoa tak ada yang membaik. Hingga ia lelah dan berubah. Gadis yang dulu ceria, baik hati berubah menjadi keras kepala dan egois. Sekarang tak ada lagi yang bisa ia percaya. Ia bahkan benci yang namanya cinta. Jika cinta itu menyatukan, mengapa kedua orangtuanya harus berpisah? Jika Tuhan sayang padanya, mengapa takdirnya harus seperti ini? Tapi tanpa ia sadari, ada seseorang yang bernasib sama dengannya. Yang mencoba mendekat untuk saling merangkul, untuk saling menghibur, untuk saling menguatkan. Meskipun ia harus jatuh bangun dalam menghadapi sifat Fitah yang tak lagi sama. Story by Newtinkerbell
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Agatha || My Story (End)
  • Argasha [ON GOING]
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • Together Until The End (END)
  • NESTAPA [On Going]
  • Tak Sejalan
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF

"LELAH" Satu kata dibenak Agatha untuk masalah keluarganya. "TAKUT" Kata takut tidak ada di kamus Agatha Di mana ia beserta sahabatnya membahayakan nyawa mereka hanya untuk menuntaskan sebuah misi "КЕВАНАGIAN" Mungkin ada tapi itu hanya sebentar, kehancuran disini lebih mendominasi di kehidupan Agatha. "BINGUNG" Yah dia bingung, bingung untuk memilih seorang yang selalu ada untuknya atau seorang yang selalu berkorban untuknya. #28/09/2019 End#4/03/2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines