A Letter For Him

A Letter For Him

  • WpView
    Reads 344
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 22, 2018
Ini hanyalah sebuah quotes pendek untuk kamu yang berhasil membuatku jatuh Cinta. . Sebuah kata yang ingin diucapkan tapi tidak pernah berhasil keluar, perasaan yang sulit sekali diungkapkan, segala suka dan duka yang pernah kualami, semuanya tertulis disini... . Bisa dibilang ini Cinta bertepuk sebelah tangan terindah, kisah yang tak pernah ingin ku lupakan. Saat saat dimana merasakan sakit hati terindah yang selalu datang, perasaan tak menentu yang merasuki pikiran, rasa benci dan Cinta disaat bersamaan, kejadian yang selalu ingin kuulang kembali walau banyak menggores hati . . Ini isi hatiku, sebuah tulisan yang diketik dengan tulus dan penuh kejujuran. Inilah kisah cintaku...
All Rights Reserved
#3
untukdia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • INDRA CINTA
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  •  Tentang Rasa (COMPLETED)
  • Aku? Kamu? kita? (freshan?)END
  • flashback~
  • MY CICI [END]
  • Hanya Milikku S2 [zeechik]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines