Puisi Kemanusiaan

Puisi Kemanusiaan

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 26, 2018
Ketika manusia hanya peduli dengan dirinya Ketika rasa memanusiakan manusia hilang Bisakah dunia saling peduli satu sama lain ? Bisakah dunia saling tolong menolong ? Sekali saja... Hanya sekali... Tanpa harus mementingkan rasa keegoisan Pemberontakan sering terjadi Teror bahkan pembunuhan seperti hal yang menjadi biasa terjadi Seminim itukah moral seseorang ? Apakah hak manusia bisa dibeli yang layaknya sayur dipasar ? Pendidikan dan kasih sayang yang mengajarkan arti kemanusiaan Apakah ini akhir dari kisah kemanusiaan ? Bollywood Is My Life
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Pernah Patah
  • Narasi patah hati
  • CERPEN (END)
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Langit Semesta
  • »The Love Behind Secrets!
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Our Journey To Love
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

Menikah dengan kekasih yang sudah menjalin hubungan selama sepuluh tahun dengannya adalah impian terbesar Ishana. Namun, rupanya takdir berkata lain. Di saat semua persiapan acara pernikahan hampir sempurna dan hari pernikahan tinggal menghitung jari, tiba-tiba semua digegerkan dengan pengakuan adik perempuan Ishana satu-satunya ... bahwa adiknya itu ternyata tengah mengandung anak dari calon suami Ishana. Hati Ishana hancur lebur. Impian-impiannya untuk masa depan seketika mengabur. Kepercayaannya diluluhlantakkan dalam sekejap. Ishana melanjutkan hidupnya dengan didekap oleh rasa sakit hati dan kekecewaan yang teramat dalam. Hingga suatu waktu, dia bertemu dengan seseorang. Namanya Arsenio, seorang lelaki duda yang pernah sama-sama merasakan apa yang Ishana rasakan. Akankah dua orang yang hatinya sama-sama pernah dipatahkan sedemikian hebatnya oleh perasaan bernama cinta, bisa merasakan cinta lagi? _ _ _ "Untuk hati yang pernah patah, percayakanlah semua pada waktu. Kesakitanmu akan berujung sembuh dan patahmu akan kembali utuh."-Ishana Swastika Prameswari. - - - Yang Pernah Patah - - -

More details
WpActionLinkContent Guidelines