Mas Al!

Mas Al!

  • WpView
    Reads 480
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aldric Verand, seorang direktur muda dan berbakat yang menaungi perusahaan besar dan berkelas. Muda dan berbakat, dua kata itulah yang membuat para wanita diluar sana terjerat oleh pesonanya. Apalagi dengan kekayaan yang melimpah ruah menjadikan dia sebagai incaran setiap wanita. Hatinya tidak tersentuh. Rasa hampa dan mati rasa sudah mendarah daging. Dan pada akhirnya dia menyamar menjadi montir jelek yang memiliki luka sayatan diwajahnya. Dia ingin mencari cintanya yang sudah lama hilang. Rotasi hidupnya tiba-tiba berputar seratus delapan puluh derajat. Pertemuan dengan seorang gadis membawanya lari dari kenyataan hidupnya yang penuh kemewahan. Ada debaran yang datang. Tetapi apakah itu sebuah cinta atau sebatas rasa kasihan? *** [Mas Al!] Writen by arsa13 @2020 | All right reserved
All Rights Reserved
#24
alvaromel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • perfect illusion
  • ALDRICH AT ZIA (RUMIT)
  • Yang Terdalam NEW VERSION (TAMAT)
  • Binar Cinta CEO Brondong
  • HEARTBREAKER & LEADER MAFIA ✓
  • [𝑫𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒏𝒄𝒆 & 𝑫𝒆𝒔𝒊𝒓𝒆] 𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒
  • CEO'S SECRET (COMPLETED )
  • On My Way(Crazy Bos)

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines