Married With Mr. Perfect | CEO Project

Married With Mr. Perfect | CEO Project

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 27, 2018
-Mencintai itu hanyalah sebuah formalitas, yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah uang, kenikmatan, dan juga keturunan- Bagaimana jadinya jika kedua insan hanya mempergunakan pernikahan untuk ajang kepuasan semata. Tanpa cinta, yang menyatukan mereka. "Aku percaya cinta, tapi bersamamu uang adalah segalanya." -Kanaya "Aku berbeda, sikahkan coba saja." -Raga
All Rights Reserved
#813
gay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Love
  • Falling Down
  • Silent, Please! (Re-up)
  • May I Love You?
  • JINGGA
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Narasi patah hati
  • TOUCHED (End)
  • Yang Pernah Patah
  • HE IS MY MINE!

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines