Rantauan menggapai langit

Rantauan menggapai langit

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 13, 2018
Mendaki suatu tujuan dan cita cita Butuh sebuah proses beradaptasi dan mengenai lingkungan tempat tinggalnya. Hal itu yang dilakukan oleh matahari cita-citanya yang menjadi seorang pilot wanita,ia merelakan bundanya dan sahabatnya fajar. Banyak perjuangan yang matahari kehendaki akan tetapi kehidupan berkata lain matahari berubah menjadi seorang yang sombong dan sedikit angkuh karna kesibukannya menjadi pilot yang membuat lupa terutama bundanya dan sahabatnya. "Gapailah ilmu setinggi tingg inya akan tetapi ingatlah jasa kepada orang tua yang sudah membesarkan kita kesuksesan dunis dan akhirat tercipta dari ridha orang tua kita terutama ibu" Semoga kalian terinspirasi dari buku ini
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • ADARA [SELESAI]
  • Cinta Diatas Awan [REVISI]
  • Vìřģøųñđ || End✔
  • 7 Seconds
  • HIDDEN I (The End)
  • Aku Takut Dicintai
  • Di Antara Cinta Ada Apa? (Completed)
  • CLASS F

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines