Story cover for First Luv  by nymelung
First Luv
  • WpView
    Reads 813
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 813
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 28, 2018
"Aku antar pulang? " Daniel menatap sayu wajah Syifa dengan lengkungan manis di bibirnya

"Jangan, " Kata Syifa. Pipinya memanas seperti rebusan lobak

"Yaudah aku ikut jalan, sekalian mau beli jajan di tempat mba Dian. " Daniel tersenyum penuh ketenangan tatapannya tak henti-hentinya terfokus kepada gadis kecil di depannya

"Boleh." jawab Syifa dengan terbata. 


Bahasa nonbaku📌
Tanpa revisi berulang📌
Typo bertebaran📌
Penulisan masih acak-acakan📌
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add First Luv to your library and receive updates
or
#219realstory
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
STUCK cover
Love in Difference  cover
Nadi - Naya Dimas [Sudah Terbit] cover
DEAR MR.COLD cover
Dinda Anastasya [✔️] cover
Inside You cover
LOVE STORY QIANARRA cover
Crazy Student and Bad Teacher cover
dimana janji tersebut cover
Need Someone💔 cover

STUCK

9 parts Complete

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.