True Love
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 29, 2020
Sebuah kenyataan yang tak kuduga sebelumnya. entah mimpi buruk apakah ini, yang membuat perasaanku berdebar-debar. Aku hanyalah seorang siswi SMA yang belum begitu mengerti dengan persoalan cinta. Kadang aku hanya terdiam mendengar celotehan temanku yang membangga-banggakan keadaan pacarnya. Aku termasuk salah satu cewek pemalu dikelasku. Eits..Bukan berarti aku tak pernah jatuh cinta dengan lawan jenisku, dulu aku pernah mengagumi seseorang, bahkan dia adalah temanku sendiri, Henry namanya. seseorang yang memiliki kepribadian yang sangat baik, dan yang paling kukagumi adalah suara merdunya, laki nk-laki yang berbulu mata lentik sepertiku itu, memiliki warna kulit sawo matang, huh...manis sekali bukan?? Tapi setelah kita SMA kita berpisah. aku tak pernah berjumpa dengannya kembali dan tak pernah memikirkan tentangnya. mungkin ini, yang dinamakan Rasa "Kagum". . . . . .
All Rights Reserved
#414
smile
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Natto dan Perjodohannya
  • Trapped In Marriage [COMPLETED]
  • [End] Impossible Possibility
  • Between My Heartbeats (COMPLETED)
  • Love Makes Sad
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Catatan Semut abu (Secercah Cerita Di jendela Kelas)
  • Is LOVE
  • FALLING IN LOVE

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines