Story cover for ALEIN by Funf-kun
ALEIN
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 28, 2018
Cerita random tentang seorang perempuan tomboy mengejar cintanya pada seorang pria bercincin di jarinya.

"Ya, aku nggak tau perasaanku ke dia itu gimana. Aku cuman suka kalau dia ada di sampingku."
-Alein Fraux

"Kamu kan gebetanku."
-Hyde Castello

"Kalian itu gaboleh deket-deket. Kamu gak liat cincin di jari dia?"
-Andrew Nozzt

"Sudahlah. Muvon saja. Dia udah puna orang lain. Jangan jadi tukang tikung. Lagian kamu juga gak tau kamu sayang dia apa nggak."
-Daniel Cordy

Aku, Alein Fraux, selalu terlihat hidup, mudah bergaul dengan siapapun, Pecinta homo, hypreaktif, absurd, selalu mencoba memahami Kalkulus, berfetish aneh, dan segala keabnormalan dirinya. Inilah kisahku!
All Rights Reserved
Sign up to add ALEIN to your library and receive updates
or
#331jealous
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
REGRET  cover
Friends Into Love cover
CAUSE I'M A NERD ! [END] cover
Letha cover
Stupid Cupid cover
Ferocious Girls Generation cover
Destiny(Selesai)✔️ cover
Boy Friend(?) cover
What If i Told That ILY (TAMAT!!) cover

REGRET

17 parts Complete

𝓡𝓮𝓰𝓻𝓮𝓽 𝓲𝓼 𝓪𝓵𝔀𝓪𝔂𝓼 𝓬𝓸𝓶𝓮 𝓽𝓸 𝓵𝓪𝓽𝓮. 𝓐𝓹𝓹𝓻𝓮𝓬𝓲𝓪𝓽𝓮 𝔀𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓸𝓾 𝓱𝓪𝓿𝓮, 𝓫𝓮𝓯𝓸𝓻𝓮 𝓲𝓽 𝓽𝓾𝓻𝓷𝓼 𝓲𝓷𝓽𝓸 𝔀𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓸𝓾 𝓱𝓪𝓿𝓮?-𝙍𝙀𝙂𝙍𝙀𝙏 "Putusin Deera!" Arven Xavier Faeyza Andres. Most wanted boy, tengil, arogan, bad attitude dan langganan masuk BK yang telah menyukai sahabatnya sendiri-Deera, sejak pandangan pertama. Namun seperti kisah lama, sejauh apa pun usahanya untuk Deera, ketika Deera menyukai orang lain, Arven bisa apa? Hanya penolakan kejam, yang selalu dirinya dapatkan ketika hatinya berusaha untuk mengejar gadis itu. Seperti kepribadian mereka yang berbeda, perasaan mereka pun turut berbeda. *** "Gue udah bilang Ven, jaga batasan ke gue karna Daylon ngga suka lihat gue bareng lo!" "Daylon itu ngga baik buat lo Ra. Dia cowo manipulatif yang mainin perasaan lo!" "Lo bilang sahabat kan? Harusnya sahabat itu mendukung, bukan malah menikung!"