Wulandari

Wulandari

  • WpView
    Membaca 362
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 2, 2018
Untuk: Wulandari purnama mungilku aku tahu kenapa kamu sulit mengukapkan rasa Aku juga tak akan memaksa jika itu sulit dirasa aku sanggup menunggu sang cinta untuk berkata karena aku yakin waktu akan berwarna Melunakkan hati agar bisa menerima Namun, belum sempat ku dengar kata Tuhan telah menguarkan fakta Memaksaku untuk melenyapkan cinta Membuatku ingin menutup mata Mengakhiri hembusan nyawa Karena terenggut sang pencipta Saat kamu menerima ini aku yakin kamu pasti sedang menangis entah karena kehilangan atau karena jantungmu yang sedang berdetak. Tapi apapun alasannya, jangan pernah menangis. Aku tak suka air matamu jatuh kebumi, bumi sudah cukup air jangan kamu tambahi beban air matamu itu. Aku tahu namamu Putri Wulandari, kata Putri menjelaskan kamu anak ketiga dari keluargamu tapi aku tak peduli. karena aku mencintaimu tanpa memandang asal usulmu. Kamu tahu aku bisa menentang banyak hal untukmu. aku bisa menentang keluargaku, atau bahkan sahabatku sendiri tapi ada satu hal yang tidak bisa aku tentang-takdir- hanya itu. Sayangnya hal kecil itulah yang memisahkan kita. Aku benci mengakuinya, aku si keras kepala ini telah kalah bukan karena lelah mengejar atau rasa bosan diabaikan. Aku kalah direnggut sang pencipta itu lebih baik dari pada harus menyaksikan kekalahanku sepanjang hidupku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#199
membaca
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Mahligai Sunyi
  • DENTING  [Revisi]
  • About me (aku bocah alay)
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rindu yang berjarak
  • YEON ^26^
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan