Story cover for Think Perfect by ailertanns
Think Perfect
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 29, 2018
Demica Ravalino Gatrasla cowok putih dari SMA BHINEKA ini disebut sebagai macan sekolah. Urusan body tentu saja seindah milik member boyband Korea Selatan, urusan otak tak kalah istimewa, puluhan kejuaraan akademik diraihnya, satu lagi wajahnya cocok dijadikan sampul majalah remaja. Sayangnya Demica bukanlah sosok yang patut diteladani, sifatnya perfectsionis, otoriter, egois, dan terlalu cleanist. Demica hanya bisa disepuh seperti patung tanpa bisa disentuh.

Berbeda dengan Adesya Ramatula Salwa, cewek super-hiperaktif, bahkan saat dia masih bergelar adik kelas MOPDB nyaris separuh penghuni sekolah mengenalnya. Suaranya lantang, senyumnya lebar, mata bulat besar, dan tubuh mungil yang hobi lompat ke sana ke mari. Tak Heran dia sebut 'kumbang terbang'. Dan Adesya membenci Demica, tapi menyukai Nafal. Nafal seratus juta kali lebih baik dibanding Demica, sayangnya Nafal adalah adik kandung Demica. Demi apa Adesya harus turut pencitraan di depan Demica agar direstui jadi adik iparnya.

-Ailertanns-
regards,
jutex
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add Think Perfect to your library and receive updates
or
#91cast
Content Guidelines
You may also like
DANADYAKSA by KumbangPolkadot
70 parts Complete
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
You may also like
Slide 1 of 10
Awas Jatuh Cinta cover
Arsyilazka cover
Pangeran Kutub cover
DANADYAKSA cover
DEVAN & ADARA  cover
GASA [end] cover
BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)  cover
Gula - Gula cover
Imaginary Boyfriend cover
 Alcha ~ Rajawali cover

Awas Jatuh Cinta

33 parts Ongoing

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!