The Youngblood

The Youngblood

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 2, 2018
Perang telah dimulai Perang yang telah ditunggu ribuan kaum Tanah yang awalnya coklat sekarang sudah berubah menjadi merah, menjadi saksi terjadinya perang antar kaum yang merebutkan Sang Youngblood. Ketika matahari terbit dari ufuk timur, itu tanda perang dimulai Teriakan para iblis dan fucas memenuhi medan perang Darah di mana-mana Banyak pasukan yang sudah merenggang nyawa Sihir dan serangan para iblis tak ada henti-hentinya Dan tiba-tiba dari arah utara aku melihat sihir berwarna merah mengarah ke arahku. Apakah aku akan mati gila menunggu tahun keseribu? - Grace Olivia Youngblood
All Rights Reserved
#461
girls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • A Blood: "The Witches" ✔️
  • Blood Of Friendship
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • HOTEL
  • The Immortal's Undoing
  • Sang Panglima (Tamat)
  • AND YOU
  • Psycho Party
  • RAVIEL [END]

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines