The Youngblood

The Youngblood

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 2, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Perang telah dimulai Perang yang telah ditunggu ribuan kaum Tanah yang awalnya coklat sekarang sudah berubah menjadi merah, menjadi saksi terjadinya perang antar kaum yang merebutkan Sang Youngblood. Ketika matahari terbit dari ufuk timur, itu tanda perang dimulai Teriakan para iblis dan fucas memenuhi medan perang Darah di mana-mana Banyak pasukan yang sudah merenggang nyawa Sihir dan serangan para iblis tak ada henti-hentinya Dan tiba-tiba dari arah utara aku melihat sihir berwarna merah mengarah ke arahku. Apakah aku akan mati gila menunggu tahun keseribu? - Grace Olivia Youngblood
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Blood of Rosenveil
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • AND YOU
  • Mantra Penghancur Moral
  • I'm More Than Just A Princess
  • No Time To Die
  • The Immortal's Undoing
  • Sudden Death Mystery
  • RAVIEL [END]

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines