Karevan!

Karevan!

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
Bagi Karin, Revan itu hanyalah anak kelas tetangga yang dingin, tak tahu diri, cuek, dan penuh misteri Tapi Revan selalu saja bisa membuat Karin penasaran setengah mati. Bagi Revan, Karin itu cuma anak cewek kelas sebelah yang tingkah nya tidak pantas disebut normal, dan selalu membuat onar. Tapi tak Revan pungkiri, Karin memang selalu mampu mengusik pikirannya. Ini aneh tapi tetap akan selalu menyenangkan jika di ingat. Mereka saling menjaga dalam diam. Mereka saling mengharapkan dalam diam. Dan cukup mereka saja yang tahu. -Karevan!
All Rights Reserved
#56
piano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARIN
  • RAFAELKARINA [COMPLETED]✅
  • Rafandra
  • Nikah Muda [End]
  • Revanda Is Devil [END]
  • Revan Reiva
  • Boy Bestfriend
  • Marry A Classmate [End]
  • My Cold Husband [COMPLETED]
  • Naila's Story [End]
ARIN

"kita putus!! "kata arka sambil menunjuk karin. Semua yang berdiri dismping kanan kiri mereka semua terkejut, dan tercengang apa yg dikatakan arkan Karin hanya diam dan bumkan mendengar kan pertuturan arkan Sampai akhirnya ia buka suara"kenapa?,alasan nya apa? "air mata karin kini sudah menetes,baru kali ini karin menangisi lelaki seperti ini. "loh tuh, cuma barng taruhan diaa!!!mana mungkin ia suka sama lo,dia juga udh punya pacar,dia pacarin lo karna dia gakmau mobil+motornya ilang"tutur farhah membuat semua yang ditengh lapangan tmbah kaget. Karin hanya bisa menahan malu, kecewa, sedih, marah, merasa bodoh kini semua nya berada di dia,semuanya,ingin sekali ia membunuh arkan sekarang, tpi ia mash ingat,klau bunuh orng akan msuk penjara. "selamat!!!,loh udah menang arkan, lo berhasil, sekali lagi selamat gue ucpin buat lo, selamat,semoga karma cepet dtang ke elo!!!! "ucap karin sambil menangis, dan langsung pergi meninggal kan lapangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines