My Beautiful Bastard : Him,Daniel

My Beautiful Bastard : Him,Daniel

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 30, 2018
Lihatlah.. Aku hanya terdiam membeku saat tangan lembutnya itu mengoyak daging dengan semaunya. Mengeluarkan beberapa organ dan memainkannya seperti anak-anak. Aku muak dengan semua ini.. Menjijikan.. Namun aku lebih membenci sifatnya yang berubah-ubah hanya dalam hitungan detik saja Terkadang wajah itu terlihat tertawa bahagia.. Terkadang bersifat manja seperti anak berumur 5 tahun.. Terkadang sedih.. Lalu dewasa.. Bijak.. Dan egois.. Dan tertawa lagi..manja lagi.. Dan terakhir.. Menatap datar kesemua orang pertanda bahwa hasrat membunuh dirinya sedang menggebu kuat Dan aku membencinya Aku menatap tajam mata itu.. Mata yang sudah tidak seindah dan selengkap dulu. Entahlah.. Atau mungkin bisa kubilang bahwa dia.. BUTA.. Dia tidak bisa melihat dengan jelas,bahkan dia membutuhkan tongkat.Tapi apa-apaan itu? Bagaimana bisa seseorang yang bahkan tidak bisa melihat dengan jelas,membunuh orang sekeji itu? Sekejam itu?.. Ah,lihatlah mata datar itu...mata datar yang sayu itu menatapku Kini aku tidak ketakutan lagi.. Aku berani.. Bukankah jika aku mati dia tidak akan membuatku merasakan sakit lagi? Merasakan perih lagi? Merasakan semua siksaan yang dia berikan lagi? Ah..tak apa jika dia membunuhku,lagipula lebih baik aku mati ditangannya sekarang juga. Sebelum hal yang paling menakutkan dari kematian itu terjadi.. Aku lebih takut jika itu terjadi.. Antara dia yang mencintaiku atau aku yang mencintainya. Sehingga,dia ataupun aku akan saling ketergantungan..dan tidak akan lepas.. Karena baginya aku hanyalah sebuah mainan.. Yang bisa dia mainkan kapanpun dan dimanapun.. Karena baginya cinta bukanlah perasaan.. Melainkan AMBISI BESAR UNTUK MEMILIKI.. SELAMA-LAMANYA...
All Rights Reserved
#103
niel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • Draft Ver: Potrait (TAMAT)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • BROKEN HEART [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Yang Pernah Patah
  • Mahligai Cinta [END]✓

sengatan rasa sakit lutut Cecillia Raven justru yang membuatnya sadar bahwa dirinya belum mati setelah terdengar letusan senjata api itu. Cecillia tau dirinya harus mati dan dia tidak akan menghidar, tapi yang mengejutkan adalah tubuh besar yang menerjangnya untuk menyelamatkannya kini. basah kuyup di bawah guyuran hujan dengan luka di pundaknya akibat peluru itu, Dante Paxton--pangeran bajingan--melindunginya. kenapa? "dasar bodoh, kenapa kau bisa berada disini?" "karena aku harus mati, begitu kan?" ucap Cecillia pelan membuat Dante terdiam cukup lama dan hanya menatap mata Cecillia. "tatap aku Cille dan katakan dari mana kau tau semua itu?" Cecillia terisak, melepaskan semua perasaannya yang selama ini di pendamnya pada bajingan itu. "karena aku sudah tidak tahan lagi. aku mencintaimu, setiap malam aku menunggumu pulang, aku berusaha menjadi wanita yang kau inginkan. tapi kau menginginkan Lady Tattianna. apa lagi yang bisa kulakukan saat kau berselingkuh dengannya? aku tidak bisa terus bertahan diistanah megah itu dalam kekosongan. kau yang berselingkuh, aku ingin bercerai karenanya, tapi aku yang harus mati. kenapa? hanya karena aku orang biasa yang tidak punya hak mencoreng nama baik kerajaanmu?" bentak Cecillia membuat mata Dante menggelap karena marah. tangan besar Dante mencengkeram lengan Cecillia dan memaksa Cecillia untuk menatapnya. "bukankah kau juga tau soal ini? memangnya apa yang kau pikir terjadi pada bibi Letty mu?" tanya Cecillia sinis membuat Dante memucat. bibi Letty kesayangannya, mati dalam kecelakaan. tapi sekarang Dante tidak yakin lagi. Dante mengguncang bahu Cecillia, "ikut aku dan akan kubunuh siapapun yang berani menyakiti istriku" "persetan denganmu, bajingan. pergi dari hadapanku" tepis Cecillia dengan berdiri dan berlari menembus malam. Cecillia tidak takut jika ada seorang penembak jitu yang menantinya, dia hanya takut patah hati pada Dante yang akan membunuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines