The story about us

The story about us

  • WpView
    Reads 772
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah gadis yang hidup dengan kehangatan keluarga harus hilang begitu saja karena keegoisan Ayahnya. Kehidupannya dimulai dari dia menempati sebuah kos-kosan yang sederhana. Pertemuan dua gadis yang saling bertolak belakang.Mampukah mereka berdua menempuh jalan persahabatan yang rumit? Seorang pria motivasi yang datang memasuki hidup mereka.Akankah jurang terjang dapat mereka lewati? "Kata tak dapat tergores, tapi hati selalu tergores dengan kata yang menusuk".Ucap seorang gadis rapuh memandangi lautan bintang diatas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ADARA
  • MEMELUK LUKA [END]
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • DENNIES
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • AKSARA [✔]
  • Jika esok Tak Pernah Ada

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines