Goresan Rasa(Puisiku)

Goresan Rasa(Puisiku)

  • WpView
    GELESEN 597
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 45
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., März 13, 2025
?????? Rasa ini terlalu picik untuk mengakui keberadaanya dengan lantang. Iya hanya mampu Menggoyangkan tintaku di atas lembaran demi lembaran kertas dalam sketsa harianku. Ku ceritakan tentang segala rasa yang mendekam dalam jiwa sampai kepada Rindu yg membuat perasaanku mengelana jauh menembus penjuru mata angin. Rindu itu tidak hanya tentang kamu, jika kau ingin Tahu, maka carilah dalam setiap bait-bait puisiku.?(By. Nana)
Alle Rechte vorbehalten
#195
kerinduan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Angel To Raya (END)
  • Ungkapan Perasaan.
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien