Acoustic

Acoustic

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 23, 2018
Seorang gadis yang tengah menikmati keindahan malam dan hembusan angin yang masuk begitu saja kedalam rongga hidung gadis tersebut membuat kesan begitu menakjubkannya. Ia sedang menatap bintang dari kejauhan berharap bintang yang paling bersinar terang kembali lagi kepadanya, ia bukan egois ia hanya merasa kesepian di dunia ini. Gadis tersebut beranjak dari tempat duduknya saat ini tapi sebelum ia beranjak, kakinya terhenti saat mendengar suara petikan gitar yang diciptakan dari seorang pria yang tengah terduduk di sampingnya. Gadis tersebut tak mau ambil pusing ia langsung melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan pria tersebut begitu saja, sedangkan pria itu sedang menatap gadis tersebut dengan lekat dari kejauhan dan saat ia mulai menjauh dari rentina matanya ia mulai menarik bibirnya dan tersenyum seakan ada sesuatu dari gadis tersebut. √.JANGAN DI COPAS YA GUYS^^ √.Mau tau kelanjutannya sok dibaca^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Come Back to Me (Completed)
  • TIME will TELL {On Going}
  • Destiny
  • lost in the gaze of obsession
  • Masa Sekolah ✅
  • Samara (Complete)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • ALKEN
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Love for You

Siang itu cerah. Tak ada setitik awanpun disana. Pandangannya teralih, dan jatuh pada seorang pria yang baru datang dari parkiran. Tinggi, dan putih. Tipe idealnya. Tak lama, wajah kaku itu berhias senyum sinis. Matanya mengikuti kemanapun pria itu pergi. Sudah lama Zania memperhatikan pria di bawah sana. Namanya Vian mahasiswa jurusan musik. Awalnya dia pikir pria itu masuk dalam tipe idealnya. Tapi tidak! Pria itu tengil, menyebalkan dan sering menggunakan bahasa antah berantah yang Zania sendiri tak tau apa maksudnya. Satu lagi, pria itu tak punya otak. Kelakuannya yang sembrono dan tak pernah serius benar-benar membuat gadis itu ilfell. "Woy! Disini lagi? Jangan-jangan lo cucunya setan penunggu jembatan ini!" Suara seorang pria mengusik telinganya. Membuat gadis itu mau tak mau harus menengok. Vian. Seperti tebakannya. Tak ada orang lain yang lebih nggak jelas dari pria di hadapannya sekarang. Bukan spacenya untuk meladeni pria macam ini. Gadis itu berbalik, lalu beranjak pergi. "Woy! Gue ngomong sama lo kali! Bukan sama balkon" teriak pria itu menghentikan langkah Zania "Mending lo ngomong sama balkon aja. Mungkin dia lebih paham bahasa planet lo" ucap gadis itu tanpa menoleh. Hanya sebentar, lalu segera kembali berjalan. Vian hanya tersenyum masam. Terus memperhatikan punggung gadis itu yang mulai menghilang. * * * Tanpa di duga, sebuah hari tiba. Memutar balikkan persepsi gadis itu tentang seorang Vian. Gadis itu jatuh cinta terlalu dalam. Sampai saat masa lalunya kembali datang. Mengacaukan kisah cintanya yang sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines