N.O.L (No Ordinary Love)

N.O.L (No Ordinary Love)

  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 5, 2018
"Hal terbodoh yang pernah terjadi dalam hidup ku itu kamu tau nggak?" "Nggak," Jawabku dengan penuh tanda tanya. "Mencintaimu." "Kenapa?" "Iya aku selalu merasa bodoh saat pertama kali aku mencintai kamu dihidupku." "Kamu merasa bodoh mencintaiku?" Tanyaku dengan kecewa. "Kenapa?" "Nggak ada setiap waktu ku lalui tanpa memikirkanmu, nggak ada setiap waktuku tidak melihatmu. Wajahmu selalu tarbawa dikepalaku. Senyummu membuatku tetap terjaga dimalamku." "Ahhhhh kamuu.." Sahut ku tersipu malu. Kalimat itu yang membuat ku berpikir sejenak disetiap harinya disela peristirahatanku. Apa iya cinta yang dirasakan oleh banyak orang seperti itu? Lalu kenapa dengan aku? Kenapa aku belum pernah merasakan itu. Apa cinta itu memang butuh waktu? Tidak bisakah cinta itu langsung memiliki denyut nadinya saat pertama kali berjumpa dengan seorangnya??? Kalimat itu juga yang menyadarkanku pada saat itu aku belum mencintainya. Iya,dia pria yang selalu membuatku bahagia ketika dia mengucapkan kata kata yang keluar dari bibir indahnya.
All Rights Reserved
#5
tuhanku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Layla Dan Kehidupannya
  • CERPEN (END)
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • The Wait is Over

Kata orang, cinta pertama itu takkan pernah berhasil. Lantas, Layla bertanya-tanya. "Emang iya kalo cinta pertama ga akan bisa berhasil?" tanyanya dengan wajah polos di umur 11 tahun, saat akan menduduki bangku kelas 6 SD. Di umur 14 tahun, Layla sadar bahwa perkataan orang yang mengatakan cinta pertama (lebih pantas disebut cinta monyet) akan gagal ternyata benar. "Padamu aku pernah memimpikan hidup bersama, berjuang bersama, saling mengasihi sampai tua. Namun semesta tak sebaik itu mengizinkan. Ternyata ini adalah akhir dari kita." Tutur Gilang. Mendengar ucapan Gilang, Layla tertawa kecil. Apa katanya? Akhir? Apa yang sudah berakhir? Dari awal juga 'kan hubungan mereka tak pernah dimulai. "Salah. Lebih tepatnya, ini buntu. Aku dan kamu tidak pernah memulai hubungan apapun. Tolong jangan merasa tersinggung, kak. Sejak awal, aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita. Meskipun perkataanku begitu, aku tetap bersyukur bisa mengenal dan melalui hari-hariku bersamamu. Jika Tuhan mengamini reinkarnasi, aku akan meminta pada Tuhan untuk membuatku jatuh hati lagi padamu. Selanjutnya, mari kita bertemu di kehidupan yang lain dengan keyakinan dan perasaan yang sama." balas Layla.

More details
WpActionLinkContent Guidelines