Aku dan Dirinya

Aku dan Dirinya

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, May 8, 2018
Hanya lah cerita sederhana , gak tau ini bagus atau ngak , semoga kalian suka sama ceritanya , jangan lupa untuk vote& comment yaa... Terima kasih
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • friendship of two worlds
  • KATA KATA
  • One Shot { Ginsou }
  • Mafia Kim Taehyung🥀
  • 𝐏𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐨𝐡𝐚𝐧 𝐕𝐚𝐧𝐚 𝐃𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐯𝐚𝐫𝐨
  • love story firman&mavera
  • NASKAH DRAMA KOMEDI ROMANTIS (9 ORANG)
  • My Senior Is My Boyfriend
  • Mystery (Delshel)
  • IPA VS IPS

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines