Stuck In Memories

Stuck In Memories

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 7, 2020
Seketika ingatanku terjebak pada harapan bodohnya. Ketika kami duduk berdampingan pada malam yang kelam benderang : "Nanti kalo udah jadi arsitek beneran, gue bakal rancang rumah mini gue disini. Rumah beratap rumbia yang ada cerobong asapnya. Lantai marmer dan dinding dilapisi cat pastel anti air plus taman baca berbentuk daun teh. Klop banget". Peter menyampaikan impiannya itu dengan gerakan tangan, seolah-olah ia benar-benar merancangnya. Langsung saja aku menepuk lembut pipi kanannya. "Itu proyek gue, ya maksudnya rancangan proyek gue kalau kita udah nikah nanti" Ujarnya lagi membetulkan "What a strange project" Responku singkat. Kami tertawa berbarengan. Sejenak kemudian kami sama-sama diam. Di malam yang dingin dan pemandangan yang menakjubkan itu, aku bersyukur beberapa kali diberi kesempatan untuk bisa bersamanya dan berharap esok akan tetap seperti ini. Bahkan lebih dari sekedar malam ini, esok dan seterusnya pun akan menjadi milikku dan dia. Entah dipikirannya sama denganku atau tidak, seperti yang ia katakan, spesial itu adalah ketika kita bersama orang yang kita sayangi dalam kondisi sesulit apa pun. Itu tepatnya. Dan, yang sekarang aku pinta hanya ingin dia hadir disini. Merencanakan mimpi-mimpi bodohnya lagi. Tapi, apa masih bisa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nuh's Secret Wife [C]
  • CINTA SEBENAR (completed)
  • Bintang Mati
  • Cerita-cerita Pelik dari Pinggir Katil
  • [COMPLETED] Acis Suka Ona Laa!
  • BUKAN MALAIKAT MAUT [C]
  • Akulah.. ARYANA ( Sudah Terbit )
  • Janji Setia Padamu (Completed)
  • • k𝒾kilala •

"Umur Nuh dah 32 tahun, bila nak bagi nenda cucu menantu?" -Nenda Asiah "Isa kan ada..."-Isa Iman Jika diikutkan hati dan diri sendiri, Nuh Iman tak pernah kisah pun soal peneman hidup. Langsung tidak tercabar dengan adiknya yang terlebih dahulu mempunyai pasangan hidup berbanding dirinya. Sikit pun Nuh tak heran. Tapi disebabkan desakan Nenda Asiah pula yang membuatkan Nuh tertekan. Asal balik kerja tanya soalan yang sama sehingga Nuh penat beralasan yang sama dan Nenda Asiah juga muak mendengar alasan yang sama. Sampaikan Nenda Asiah terpaksa mengugut cucunya itu. "Nuh cakap Nuh tak kisah kan soal jodoh Nuh? Apa kata nenda kenenkan Nuh dengan Maleeka?"-Nenda Asiah Crapp!! Nak terpisah roh dari badan bila mendengar sebaris nama yang meniti di bibir nendanya. Nuh geleng kepala dibuatnya. "Cik bunga tolong aku cik bunga"- Nuh "Satu malam RM500 apa macam? Setuju pak dato'?"-Nur Calla Nak taknak, Nuh terpaksa bersetuju. Namun satu hal sudah selamat, timbul lagi satu hal pula. Itulah pepatah dah cakap terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata besar masalahnya. "Nuh tak boleh nikah dengan Maleeka..." "Kalau susah sangat dato' nak deal dengan nenda, kita cer-" "Diamlah! Jangan cakap pelik-pelik lagi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines