Stuck In Memories

Stuck In Memories

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 7, 2020
Seketika ingatanku terjebak pada harapan bodohnya. Ketika kami duduk berdampingan pada malam yang kelam benderang : "Nanti kalo udah jadi arsitek beneran, gue bakal rancang rumah mini gue disini. Rumah beratap rumbia yang ada cerobong asapnya. Lantai marmer dan dinding dilapisi cat pastel anti air plus taman baca berbentuk daun teh. Klop banget". Peter menyampaikan impiannya itu dengan gerakan tangan, seolah-olah ia benar-benar merancangnya. Langsung saja aku menepuk lembut pipi kanannya. "Itu proyek gue, ya maksudnya rancangan proyek gue kalau kita udah nikah nanti" Ujarnya lagi membetulkan "What a strange project" Responku singkat. Kami tertawa berbarengan. Sejenak kemudian kami sama-sama diam. Di malam yang dingin dan pemandangan yang menakjubkan itu, aku bersyukur beberapa kali diberi kesempatan untuk bisa bersamanya dan berharap esok akan tetap seperti ini. Bahkan lebih dari sekedar malam ini, esok dan seterusnya pun akan menjadi milikku dan dia. Entah dipikirannya sama denganku atau tidak, seperti yang ia katakan, spesial itu adalah ketika kita bersama orang yang kita sayangi dalam kondisi sesulit apa pun. Itu tepatnya. Dan, yang sekarang aku pinta hanya ingin dia hadir disini. Merencanakan mimpi-mimpi bodohnya lagi. Tapi, apa masih bisa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Janji Setia Padamu (Completed)
  • • k𝒾kilala •
  • Bintang Mati
  • Crush Ku Abang Barber (enhancer)
  • KATAKAN SAYANG (COMPLETED)
  • KERANA KAU YANG AKU CINTAI🍁
  • Cerita-cerita Pelik dari Pinggir Katil
  • Seduced by Childish way
  • Nuh's Secret Wife [C]
  • CINTA SEBENAR (completed)

[CERPEN DIINSPIRASIKAN DARIPADA LAGU (MEMORI MUNGKIN BERULANG - TOMOK & SITI NORDIANA)] "Saya janji dengan awak... bila saya dah habis belajar, kita akan kahwin." - DAHLIA. "Saya tunggu." - INDRA. Itulah janji yang pernah dilafazkan Dahlia dan Indra sebagai tanda kasih sayang mereka sebagai pasangan kekasih. Walau berbeza jarak, mereka tetap setia dengan cinta yang ada namun jodoh tiada untuk mereka kerana sekembalinya Dahlia ke tanah air, dia telah dikahwinkan dengan Nazril atas aturan keluarga. 19 tahun kemudian, mereka bersua kembali di atas lembaran takdir yang baharu. Kehadiran Indra sebagai klien bisnes Dahlia membuatkan kejanggalan itu masih ada. Luka lama pun kembali terasa apatah lagi saat Indra memandang wajah satu-satunya wanita yang bertakhta di jiwa. "Saya minta maaf. Masa tu, saya tak ada pilihan dan saya tak mampu nak lawan kehendak mama dan papa." - DAHLIA. "Simpan ajelah maaf awak tu. Sebab maaf awak tu murah dan tak ada makna." - INDRA. Jika memang bukan jodoh mereka, mengapa kembali bertemu? Jika memang sudah rela melepaskan, mengapa sakitnya masih terasa? JANJI SETIA PADAMU

More details
WpActionLinkContent Guidelines