UL_UL (Aul & Ilul) (Tamat)

UL_UL (Aul & Ilul) (Tamat)

  • WpView
    GELESEN 11,428
  • WpVote
    Stimmen 819
  • WpPart
    Teile 34
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Nov. 10, 2018
WpInfo
Belletristik
Romantik
Gue jomblo yang itu! jomblo yang bangga ngaku jomblo karna emang gue jomblo. Kalo jomblo lain tiap malem minggu pasti mellow ngurung diri dikamar dan doa'a supaya turun ujan deres banget, atau derdo'a supaya yang lagi ngapel pulangnya dicegat ama mba kunti. Beda ama gue! Gue jomblo yang tiap malem minggu juga ikut keluyuran kaya orang yang ga jomblo. Malem minggu udah jadi rutinitas penting buat gue ikut ngeronda ama bapa-bapa koplek, Atau ga sekedar buat NOBAR bola doang. Pokonya gue jomblo yang itu! Bukan jomblo yang ini atau yang aneh. Jomblo gue jomblo yang ga mainsteram. Gue jomblo yang berfaedah buat nusa, bangsa, insyaallah sama agama juga, apalagi buat Bubu sama Babap!
Alle Rechte vorbehalten
#904
indonesiamembaca
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Suddenly Marriage
  • MAMI BERONDONG [BL] END OF BOOK
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Jomblo Cupu
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️
  • Agva! Selesai!
  • Please, Love Me

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien