ALAM DUA SUASANA

ALAM DUA SUASANA

  • WpView
    Membaca 34
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Sel, Mei 1, 2018
Ketika malam bersama siang, mereka saling mencinta, aku tak paham sebenarnya kata. Saat perangsang menghirup udara, letih kata membungkam nafas, aku tidaklah kuasa. Waktu sedang berperang dengan harapan, mereka beradu kuat pada pendirian, aku harapkan berdamai. jika bahagia perihal teman, tidak ada masalah!, walau yang lain beradu mesra. Jika asmara menjalin rupa, dia salah besar!, apa guna hati?. Apakah hanya sebagai saksi?, apakah ia tidak ikut menjalin rasa? Jika ada hak untuk membela, percayalah aku yang pertama. Diamlah engkau! jangan membantah! Karena jiwa ku telah hidup aura kesatria! Apabila kau tidak percaya, jangan ganggu aku, biarlah aku yang hidup bersama semua khayalanku...! Semua hanya untuk teman dan pujanggaku!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rintik Terakhir
  • Yang Pernah Patah
  • Air Mata Cinta
  • di akhir perang
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Narasi patah hati
  • Shadows of Love
  • Our Journey To Love
  • Couple Youtuber
  • Mahligai Sunyi

Pernahkah kalian mencintai seseorang begitu hebatnya? Disaat kamu baru saja membayangkan dia tidak lagi disisimu, nafasmu terasa berat dan begitu menyesakkan. Bahkan itu terjadi hanya karena kamu sekedar membayangkan hidupmu tanpa dia disisimu. Kamu mencintai dia begitu gilanya, berusaha membahagiakan dan mempertahankan dia disisimu. Tapi ada satu hal yang kamu lewatkan, tidak semua selalu berada dibawah kendalimu. Begitupun dia. Entah sekarang, esok atau selamanya. Kamu tidak akan pernah bisa memastikan dia tetap berada disisimu sekeras apapun usahamu mempertahankannya. Karena sejatinya dialam semesta raya ini, kamu bukanlah pemegang kekuasaan penuh atas kehidupan orang lain. Biarkanlah tangan takdir bekerja semestinya. Tugasmu, bahagiakan dia dengan sekuat semampumu. Sisanya biarkan takdir membawa kisah itu berjalan sesuai alur yang sudah Tuhan gariskan. Entah garis itu saling berdampingan, bersinggungan atau bahkan saling memutus lajurnya. Pastikan kamu menerima segalanya dengan penuh kerelaan. Ingatlah, Jika kalian ditakdirkan tidak untuk bersama, setidaknya semesta pernah menjadi saksi atas perjuangan kalian dalam mempertahankan untuk terus bersama sekuat semampu yang kalian bisa.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan