Happy Friend

Happy Friend

  • WpView
    Reads 4,398
  • WpVote
    Votes 2,431
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Namanya siapa?" Tanya Kiara lagi namun kali ini lebih keras. "Matthew." Suara serak orang baru bangun itu membuat Kiara tersentak ketika matanya dan mata lelaki itu bertemu. Matthew menarik tangannya keatas seperti yang biasa orang lakukan setelah bangun tidur. "Ma tt he w." eja Kiara sambil menulis nama laki-laki itu dikertas. Baru saja Kiara akan melangkah pergi dari tempat tersebut, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang. Matthew mengambil kertas yang ada ditangan Kiara lalu membacanya. "Kembaliin woi." teriak Kiara sembari meloncat-loncat kerena matthew mengangkat tinggi kertas itu. Kiara mengepalkan tangannya saat melihat kertas yang dipegang matthew dirobek oleh cowok itu lalu membuangnya kesembarang tempat. "Maksud lo apa, hah?" Tanya Kiara sambil menatap cowok itu dengan tatapan horor namun tidak terpengaruh oleh Matthew, cowok itu mengambil tasnya yang terletak diatas meja lalu pergi meninggalkan Kiara yang sedang meneriakinya dari belakang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Fake Nerd Girl (COMPLETED)
  • Between Us (TAMAT)
  • All Out of Love
  • Go Go Ara! ✔
  • SEWINDU
  • GILANG [SUDAH TERBIT]
  • BE WITH YOU (END)✔
  • SADEWA (SELESAI)

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines