Safacha

Safacha

  • WpView
    Reads 433
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 1, 2019
Miris, itu lah satu kata yang menggambarkan kehidupan percintaan gadis itu. Mencintai lelaki itu dengan diam selama 7 tahun lamanya. Safacha tak pernah mengira ketika dirinya dan cowok itu-Kharis - bertemu sekitar 7 tahun yang lalu ketika dirinya masih lah berwujud bocah SD dapat menyukai cowok itu tanpa celah. Bagi Safacha, Kharis adalah sosok yang sempurna dari lainnya. Kelden Malik, cowok populer dengan segala kharismanya yang mengundang banyak perhatian dari kaum hawa dimanapun dia berada. Kelden adalah anak pemilik sekolah yang katanya dingin-dingin menggoda. Pasalnya kelden itu suka ngumbar kemesraan dia dan Safacha di lingkungan sekolah tanpa memikirkan para jombo wati dan jomblo wan yang iri bukan main melihatnya. Kelden melakukan itu bukan tanpa sebab, karena sebab satu satunya dia melakukan itu adalah karena Safacha adalah dunianya. Kharis Syakir, cowok kalem yang susah ditebak. Kharis mampu bersikap manis kesemua orang, tapi tidak kepada Safacha. Kharis mampu bercanda dan ramah kepada semua orang, tapi tidak kepada safacha. Bagi Safacha, melihat kharis tertawa karena nya adalah sesuatu hal yang membuat dirinya senang seketika. Tapi kembali kepoin awal, kharis adalah cowok kalem yang susah ditebak. Dan Safacha sangat setuju dengan ungkapan itu. Cover by : Tengku a.k.a ocha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
  • ON SIGHT (Completed)
  • NADIRA
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • ARGA [Completed]
  • Secretly Yours, Shaka
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • JAM 3 SORE

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines