Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Merajut Asa

Merajut Asa

  • WpView
    Membaca 596
  • WpVote
    Vote 94
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 28, 2021
WpInfo
Puisi
Tulislah semua yang Tertulis selagi jari masih mampu tuk Menulis. Mengapa tak dituang saja meski hanya sebuah Tulisan ? Assalaamu'alaikum... Hanya mau menuangkan apa yang ada dipikiran... Mohon maaf jika ada kesalahan dalam kata dan lainnya 😊 Terimakasih sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya😙🤗 Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammad, wa'ala aali sayyidina muhammad... Wassalaamu'alaikum...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
allahswt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • ROMANSA KATA
  • Indonesian Poetry
  • Lembut Seperti Doa
  • Renjana
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Surat Cinta Untuk Ibu

Dihadapanmu aku lebih suka diam dan tidak banyak berkutik. Hanya saja dihadapan Tuhan, pada sujud terakhir di sepertiga malam, aku terus menceritakan nama yang entah hatinya untuk siapa, Berbisik hingga berisik mungkin membuat Tuhan terusik. Sebagai orang yang paham bahwa diri ini tidak layak diperjuangkan. Aku ingin memantaskan diri, setidaknya dihadapan Tuhan. Barangkali cara mencintaiku keliru, kau kucinta lebih dari Penciptaku Barangkali cara merindukanku keliru, kau ku rindu lebih dari Rasulku. Barangkali caraku mengingatmu salah, namamu kusebut lebih dari sewajarnya. Aku yang selalu kau nilai kurang sempurna, Tidak pernah memiliki tujuan utama lebih dari hanya ingin membuatmu bahagia. Entah seberapa besar rasa ini masih tersisa Sejauh ini, aku masih sanggup berharap dan bertahan meski hanya dengan satu senjata, memperjuangkanmu lewat bait-bait do'a. Teruntuk wanita paling bercahaya: Zahira Azzahra -Zidan Firdausi- ___________________________________ Nikmati sensasi pengalaman membaca dengan alur cerita paling tidak terduga, menggetarkan dada, menguras air mata, memacu detak jantung lebih dari sewajarnya. Temukan puisi disetiap partnya, yang akan membuat mood bacamu bertambah dan membuat senyum diwajahmu merekah. LET'S READ IMAM HATI ❤ ✏ ✏ UPDATE SEMINGGU SEKALI APRESIASI DENGAN VOTE DAN KOMEN :)) Tag me 📍@vivin_sindi if you share quotes from this story .

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan