We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Before You Speak

Before You Speak

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin kita sering memendam perasaan kita. Terutama perasaan cinta. Ini cerita tentang seorang perempuan yang memendam perasaannya kepada seorang lelaki. Dia mencintai seluruh aspek di dalam lelaki ini. Namun, dia terlalu takut dan khawatir. Apabila dia menyatakan perasaannya, lelaki yang dia sukai malah akan menjauhinya. Dia takut jika lelaki yang dia suka tidak merasakan hal yang sama dengannya. Dan banyak masih banyak hal negatif yang dia pikirkan. Tapi, bagaimana jika lelaki yang dia suka merasakan apa yang sama dengannya? Jika iya, mengapa lelaki itu juga memendam perasaan seperti dirinya? Mungkinkah itu terjadi? Atau tidak? Entahlah, 'Iya' atau 'Tidak' yang akan menjadi jawabannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • Loving in Silence [THE END]
  • Strong Girl Michella (END)
  • FRIENDzone (Completed)
  • KEBAHAGIAAN DALAM MIMPI
  • Verronica (COMPLETED)
  • Me,You and the story we went through.
  • Juan [REVISI]
  • Cerita Kita
  • Just Friends (with benefit and love)
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines